Lantik Pengurus Pusat ISNUQ 2026-2031, KH. Yazid Karimullah Tekankan Amanah dan Keikhlasan dalam Perjuangan Pesantren

JEMBER | nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain menggelar Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Santri Nurul Qarnain (ISNUQ) Masa Khidmat 2026-2031. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh santri, alumni, pengurus pesantren, asatiz, serta jamaah Majelis Shalawat Al-Wishol pada Selasa malam Rabu (16/06/2026).

Sebelum prosesi pelantikan dilaksanakan, para alumni dan pengurus mengikuti rangkaian pra-acara yang bertempat di Aula Nyai Hj. Halimatuz Zakiyah. Dalam kesempatan tersebut, Ketua ISNUQ periode pertama (tahun 2018-2026), Ust. H. Nurul Bari, S.Pd.I, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan.

Ia mengakui bahwa selama mengemban amanah masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Meski demikian, sejumlah program berhasil dijalankan berkat dukungan rayon dan subrayon alumni di berbagai daerah.

“Pertemuan rutin subrayon yang dikemas dalam kegiatan Ratibul Haddad telah berjalan secara berkala. Kami berharap kepengurusan yang baru dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan sekaligus menyempurnakan program yang belum terlaksana,” ujarnya.

Dalam laporan keuangan, ia juga menyampaikan bahwa ISNUQ yang awalnya memperoleh modal operasional sebesar Rp5 juta dari pengasuh, kini berkembang dengan saldo organisasi mencapai Rp12 juta.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, dalam tausiahnya mengajak seluruh alumni untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah dan menjaga keberlangsungan pesantren yang telah dirintis selama puluhan tahun.

“Pesantren ini saya rintis dengan perjuangan yang tidak ringan. Banyak cobaan hingga fitnah yang saya terima. Dari tanah yang sangat sedikit, 40 meter persegi hingga berkembang seperti sekarang, yakni 7 hektare. Semua ini bukan karena kemampuan saya, tetapi karena pertolongan dari Allah Swt,” dawuh beliau.

Beliau mengenang perjalanan panjang sejak merintis pesantren pada tahun 1968. Berbagai tantangan, cibiran, hingga upaya menjatuhkan pesantren pernah dihadapi. Namun dengan keyakinan dan keikhlasan, seluruh tantangan tersebut dapat beliau lalui.

“Dulu saya tidak punya apa-apa. Tidak punya uang, tidak punya kekuatan, bahkan makan kadang ada, kadang tidak. Tetapi, saya yakin kepada Allah dan tidak pernah meminta-minta kepada manusia,” tutur beliau.

KH. Yazid juga menegaskan bahwa keberhasilan pesantren tidak boleh berhenti dan harus diperjuangkan hingga hari kiamat. Menurut beliau, alumni memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan meneruskan perjuangan pesantren.

“Saya ingin Nurul Qarnain tetap hidup sampai hari kiamat. Karena itu, alumni harus peduli. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus ikut menjaga, menguatkan, dan memberikan masukan demi kemajuan pesantren,” tegasnya.

Beliau juga berpesan agar seluruh alumni meneladani sikap tawadu, menjauhi kesombongan, serta senantiasa mengedepankan keikhlasan dalam setiap pengabdian.

“Jika punya ilmu, infakkan ilmunya. Jika punya harta, infakkan hartanya. Karena semua yang dilakukan dengan ikhlas, tidak akan pernah sia-sia di hadapan Allah,” pesan beliau.

“Jika kalian tidak digaji oleh manusia, percayalah Allah yang akan mengaji kalian, Allah yang menjamin, tapi dengan syarat harus ikhlas,” tegas beliau kepada seluruh pengurus ISNUQ.

Usai tausiah, prosesi pelantikan Pengurus Pusat ISNUQ Masa Khidmat 2026-2031 langsung dipimpin oleh pengasuh. Pada kesempatan tersebut telah dilantik Ust. H. Nurul Bari, S.Pd.I, sebagai Ketua Umum Majelis Syuri dan Ust. Ahmad Sanusi, M.Pd sebagai Ketua Umum Majelis Tanfidzi ISNUQ.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang dipimpin oleh KH. Yazid Karimullah. Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa ikrar yang diucapkan bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ikrar ini berat. Karena itu, harus dipegang teguh dan dijalankan dengan sungguh-sungguh, demi menyukseskan visi dan misi pesantren,” tegas beliau di hadapan pengurus yang baru dilantik.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis pesantren dalam bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan pengembangan masyarakat, sekaligus meneruskan cita-cita besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk melahirkan generasi yang bermanfaat bagi pesantren dan umat. (*)

———————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *