Rektor Institut KH Yazid Karimullah (INSYAKA), Dr. Bachrul Ulum, S.Sy., M.H., menegaskan bahwa alih bentuk ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan pengakuan atas kapasitas institusi dalam mengelola pendidikan tinggi.

“Perubahan bentuk adalah proses. Ini menuntut peningkatan disiplin, tata kelola, dan pola kerja yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa institut ini membuka tiga program studi baru, yakni Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Pendidikan Agama Islam, serta Perbankan Syariah, dan dalam waktu dekat menargetkan pembukaan program pascasarjana.
Rektor tersebut juga menekankan bahwa transformasi kelembagaan harus diiringi niat dan komitmen baru. Ia menambahkan bahwa perjalanan institusi masih panjang dan hanya dapat ditempuh dengan dua kunci utama: komitmen dan konsistensi.
“Ini adalah awal, bukan akhir. Jangan lengah dan terlena, tetap fokus pada tujuan. Proses yang kita jalani tidak pernah mengkhianati hasil,” tegasnya.
Menurut pimpinan kampus, penamaan Institut KH Yazid Karimullah, lahir dari proses istikharah yang panjang dan ikatan spiritual yang mendalam antara pesantren, kampus, dan sosok kiai.
“Kami ingin mengenal dan menggali pemikiran beliau lebih dalam. Bahkan, kami menyiapkan tim untuk mendokumentasikan pemikiran dan perjalanan beliau dalam bentuk buku,” jelas Dr. Bachrul Ulum.

Pemukulan gong sebanyak 5 kali menandakan launching Institut KH Yazid Karimullah, lalu dilajut dengan penandatanganan prasasti institut oleh KH. Yazid Karimullah yang setelahnya juga dilangsungkan sumpah jabatan rektor, wakil rektor dan dekan di hadapan pengasuh.
Dalam mauizahnya, KH. Yazid Karimullah menyampaikan rasa syukur atas amanah besar ini. Beliau menegaskan bahwa karamah tertinggi adalah istikamah.
“Berjalanlah dengan ikhlas, jangan tamak. Mengajarlah bukan untuk mencari makan, tetapi untuk mengabdi dan menyebarkan ilmu Rasulullah,” tutur beliau.
Kiai Yazid juga mengingatkan pentingnya keikhlasan, infak, dan pengabdian sebagai ruh yang harus terus hidup di lembaga naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. (*)
————————————
Juru Berita: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


