Berita-berita tentang kegiatan Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang dimuat di media pesantren dicetak secara berkala dan ditempel pada beberapa titik yang mudah dijangkau santri, Rabu, (19/08/2026). Di lingkungan putra, mading tersebut berada di depan Masjid Dzul Qarnain dan Gedung Muadalah. Sementara di lingkungan putri, berita ditempel di sekitar depan Asrama Tahfizul Qur’an (TQ) dan Darul Kutub (DK).
Kehadiran berita tersebut mendapat respons positif dari para santri. Mading menjadi salah satu sarana bagi mereka untuk mengetahui berbagai kegiatan, prestasi, dan perkembangan terbaru pesantren, terutama bagi santri yang tidak menggunakan telepon seluler dalam kesehariannya.
Salah seorang santri mengaku senang karena tetap dapat mengikuti perkembangan pesantren melalui berita yang tersedia di mading.
“Kami senang bisa membaca berita tentang pesantren. Sekarang kalau ada kegiatan atau informasi terbaru, kami bisa membacanya di mading,” ujarnya.
Santri lainnya menyampaikan bahwa keberadaan berita pesantren membuat aktivitas membaca menjadi semakin beragam. Selain membaca koran, mereka juga dapat mengetahui berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren.
“Alhamdulillah, bisa update. Selain kadang membaca koran, sekarang kami juga bisa membaca berita terbaru tentang kegiatan pesantren,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan santri lainnya yang merasa terbantu dengan adanya media cetak di lingkungan pesantren. Keterbatasan akses terhadap alat komunikasi seperti telepon seluler tidak menjadi hambatan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan pesantren.
“Senang, meskipun jauh dari alat komunikasi seperti HP, kami tetap bisa melihat berita terbaru dari koran dan berita pesantren,” tegas santri tersebut.
Berbagai berita yang terpajang di mading memuat kegiatan dari beragam bidang, mulai dari pendidikan, perlombaan, prestasi santri, pembangunan, hingga agenda kelembagaan Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Kehadiran mading berita tersebut sekaligus memberikan alternatif bagi santri untuk memperoleh informasi secara langsung di lingkungan pesantren. Mereka dapat membaca berita ketika berada di sekitar masjid, gedung pendidikan, maupun area asrama.
Dengan demikian, perkembangan kegiatan pesantren tidak hanya tersimpan dalam dokumentasi digital, tetapi juga hadir dalam bentuk bacaan yang dapat diakses langsung oleh para santri. Mading menjadi salah satu ruang informasi yang mempertemukan aktivitas pesantren dengan kebiasaan membaca santri dalam kehidupan sehari-hari. (*)
————————————–
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


