Lora H. Nakhlid Syafi’i pada Penutupan OCA: Menjaga Keistikamahan Adalah Kunci Keberkahan

Jember_nurulqarnain.net – Pada Minggu (11/6/2023) wali santri dari calon alumni berkumpul di kediaman pengasuh untuk sowan sekaligus memohonkan pamit putra-putrinya dari pesantren. Sowan ke pengasuh ini merupakan puncak dari prosedur administrasi untuk mendapat rekomendasi dari pesantren dengan menyertakan surat yang telah disiapkan oleh pengurus pesantren.

Di malam sebelumnya, sekitar 90 santri putra dan 120 santri putri telah mengikuti acara Penutupan OCA (Orientasi Calon Alumni) di Auditorium KH Yazid Karimullah. OCA ini merupakan acara yang diagendakan oleh pesantren agar para alumni yang hendak terjun ke masyarakat maupun pindah ke pondok pesantren lain, mampu mengamalkan ilmunya dan membawa nama baik pesantren. Tema OCA tahun ini: Membentuk Alumni Militan demi Raih Marwah Pesantren di Masa Depan.

Dilaksanakan semenjak tanggal 6 Juni 2023, para calon alumni dibekali berbagai materi, seperti keaswajaan, kepesantrenan, ilmu fikih, akhlak, pengenalan ISNUQ, dan lainnya. Para pemateri merupakan pengajar dan para alumni senior, di antaranya Ustaz Jamil Chansas, Ustaz Fathorrozi, Ustaz Rawakid Siddiq, Ustaz Mohammad Habibi, Ustaz Asnawi, Ustaz Mohammad Firmansyah, dan Ustaz Zaenol Hasan.

Selain pemberian materi, para calon alumni juga diajak kembali ber-tabarruk kepada pesantren dengan giat bersih-bersih di area pesantren serta khatmil Qur’an dan Ratibul Haddad di maqbarah hingga malam puncak penutupan.

Di acara malam penutupan, Lora H. Nakhlid Syafi’i, M.H.I., menyampaikan bahwa berkesempatan belajar kepada guru di pesantren merupakan rezeki yang besar.

“Berguru itu rezeki dan rezeki berguru itu tidak bisa hanya sekadar kita minta saja, melainkan kita harus memperjuangkannya,” tuturnya.

Lora Nakhlid juga menyampaikan, betapa besar rezeki seseorang yang bisa berguru, terlebih di pesantren.

“Seandainya kita bisa memilih kepada siapa kita berguru, pasti orang yang berakal akan memilih untuk berguru kepada Rasulullah Saw., atau pun kepada para ulama. Tetapi, sebab kita tidak bisa meminta hal tersebut, maka kita bisa belajar di pondok pesantren yang gurunya bersambung kepada Rasulullah. Hal itu sudah begitu besar bagi kita, maka manfaatkanlah sebaik mungkin,” imbuhnya.

Beliau juga berpesan ketika hendak boyong dari pesantren agar mengakhiri dengan sebaik-baiknya.

“Sekiranya tidak baik di awal atau di tengah, maka hendaknya baiknya ada di akhir ini,” harap Lora Nakhlid.

“Ketika nanti kalian sudah berada di masyarakat, jagalah keistikamahan yang ada di pesantren, karena selain menjaga hubungan baik kepada guru, menjaga istikamah juga menjadi kunci keberkahan,” sambungnya.

Penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik OCA

Pada acara penutupan di malam tersebut, juga digelar penobatan peserta calon alumni OCA terbaik, yaitu Muhammad Sifa dan Nurmaidah.

Dan Minggu pagi, KH. Yazid Karimullah berpesan kepada wali santri, “Saya titip anak-anak yang telah saya rawat selama bertahun-tahun ini. Saya mohon jaga nilai-nilai kepesantrenan yang telah diajarkan di pesantren ini.” Demikian pesan KH. Yazid Karimullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sukowono, Jember.

———————————-

Juru berita: Wildan

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *