Pengukuhan Kelulusan Ketiga Satuan Pendidikan Muadalah Nurul Qarnain

Minggu, 4 Juni 2023. Satuan Pendidikan Muadalah Pondok Pesantren Nurul Qarnain melakukan pengukuhan kelulusan siswa dan siswi. Ustaz Agus Zainuddin ketua panitia pengukuhan menyampaikan, ada 143 peserta yang akan mengikuti pengukuhan kelulusan. Mereka terdiri dari 50 siswa dan 49 siswi Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah (MDMT) dan 20 siswa dan 23 siswi Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah (MDMA).

Seluruh siswa dan siswi yang akan mengikuti proses pengukuhan kirab dari asrama putri menuju Auditorium KH. Yazid Karimullah, tempat acara pengukuhan. Pengukuhan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan yahlal wahton yang dipandu oleh paduan suara mahasiswi STIS Nurul Qarnain.

 

Prosesi pengukuhan wisudawan

 

Qori dan selawat dibacakan oleh Ustad Farhan Aulani. Pengukuhan ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain KH. Yazid Karimullah, KH. Fawaid Yazid wakil pengasuh bidang kepesantrenan, KH. Batrud Tamam wakil pengasuh bidang pendidikan dan Lora Ahmad Nakhlid Syafi’i serta keluarga pengasuh. Selain itu acara ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag kabupaten Jember Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang Dr. H. Muhammad Muslim, S. Ag., M. Sy. Serta seluruh pimpinan Lembaga di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Sambutan pertama disampaikan oleh Pengasuh Pondok pesantren Nurul Qarnain KH. Yazid Karimullah. Dalam sambutan singkat itu beliau menyampaikan pesan agar seluruh santri dan wali santri mengingat kembali tujuan untuk mondok. Tujuan mondok menurut beliau adalah untuk mencari ilmu agama. Jika sekolah Diniyah-nya belum lulus maka jangan berpikir untuk melanjutkan studi di luar pesantren. Wali santri harus menjaga anak-anaknya agar tidak salah langkah. Santri harus memiliki agama yang kuat sebelum keluar dari pesantren. Kiai Yazid juga menyampaikan tujuan pokok beliau mendirikan pesantren.

“Tujuan pokok saya agar santri  SA’IDUN FIDDUNYA WA SA’IDUN FIL AKHIRAH“.

Kiai Yazid juga menyampaikan tujuan mendirikan lembaga mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi adalah untuk mempertahankan akidah ahlus sunnah wal jama’ah.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan lulusan Satuan Pendidikan Muadalah. Dimulai dari MDMT dan dilanjutkan MDMA. Lulusan terbaik Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah diberikan kepada ananda Kaesya Ufiel Kaila putri dari Dr. Muhammad Muslim, S. Ag., M. Sy.

Lulusan terbaik Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah diberikan kepada ananda Ahmad Harlani bin Misran. Salah satu lulusan MDMA dari Provinsi Jambi.  Untuk pemberian cinderamata langsung diberikah oleh Pengasuh sendiri kepada lulusan terbaik MDMT dan MDMA. Usia pengukuhan seluruh lulusan melakukan sesi foto bersama bersama pengasuh, wakil pengasuh dan kepala Madrasah.

Orasi ilmiah oleh kepala kemenag kabupaten Jember Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M. Pd. I. Dalam orasi ilmiahnya bapak Bahtiar menyampaikan tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita adalah mencari kebahagiaan di duia dan kebahagiaan di akhirat. Jika seseorang ingin bahagia di dunia maka harus dengan ilmu, begitu pula jika seseorang ingin hidup bahagia di akhirat maka dengan ilmu. Pak Bahtiar juga mengajak seluruh wali santri dan guru untuk terus membekali siswa dan siswi ilmu agama. Menurut pak Bahtiar ilmu yang paling penting adalah ilmu agama, ilmu umum hanya sebagai pelengkap saja.

“Jangan dibolak-balik ilmu umum dikejar-kejar. Kalau tidak juara IPA orang tua menangis, tapi kalau anaknya tidak bisa baca Alquran orang tuanya tidak pernah menangis. Hendaklah kita takut jika generasi-generasi kita adalah generasi yang lemah. Lemah agamanya dan lemah ilmunya”. Pak Bahtiar juga menjelaskan hal-hal baik yang didapatkan dari pesantren di antaranya ilmu agama, akhlak, kemandirian, integritas dan kedisiplinan.

“Katanya Imam As-Syarnuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim. Konsep pendidikan Islam yang ditawarkan Imam Syafi’i ada 6 salah satunya adalah modal”.

Kepala Kemenag Jember itu juga mengajak seluruh wali santri untuk memberikan bekal yang cukup untuk anak anaknya belajar di pesantren. Karena anak-anak akan mengintruksikan kita ke surganya Allah SWT. Mereka akan mendoakan orang tuanya kelak ketika sudah dipanggil oleh Allah.

“Orang tua tidak akan pernah rugi membiayai putra-putrinya di pesantren. Karena hal itu akan kembali kepada kita sebagai amal jariyah”.

Dengan lantang pak Bahtiar mengatakan hari ini anak-anak adalah para pemuda tapi 10 tahun yang akan datang mereka adalah pemimpin masa depan.

Kesan dan pesan disampaikan oleh wali santri yang diwakili oleh Bapak Dr. H. Muhammad Muslim, S. Ag., M. Sy.

“Pondok Pesantren Nurul Qarnain adalah sebagian kecil dari pondok-pondok pesantren yang menjanjikan masa depan yang luar biasa”.

Pak Muslim bercerita sebelum memasukkan anaknya di Pesantren Nurul Qarnain beliau sempat menjelajah mencari pondok pesantren lainnya. Tapi akhirnya beliau. Memantapkan untuk memondokkan anaknya di Pesantren Nurul Qarnain. Di pesantren inilah pak Muslim melihat seberkas cahaya harapan masa depan. Pak Muslim mengucapkan terima kasih kepada Pengasuh, Wakil Pengasuh dan semua guru yang sudah berjasa mendidik putrinya dan juga seluruh lulusan pagi ini. Pak Muslim juga memberikan pesan untuk seluruh siswa-siswi bahwa untuk menjadi orang hebat tidak cukup hanya dengan memiliki ilmu saja. Tetapi ilmu harus disandingkan dengan akhlak dan budi pekerti yang baik.  Pak Muslim juga bercerita bahwa kedua orang tuanya adalah orang biasa bahkan tidak bisa baca tulis karena tidak sekolah. Tapi dengan tekat kuat bahwa dengan belajar yang tekun pak Muslim bisa meraih kesuksesan. Pak Muslim juga berpesan untuk mendapatkan ilmu, kita tidak bisa mengandalkan orang tua karena ilmu didapat dengan belajar bukan dengan keturanan (al ilmu bit ta’allum la bin nasab).

“Orang tua kalian bisa jadi orang yang alim berilmu, tapi kalau kalian malas belajar kalian akan tetap bodoh. Sebaliknya kalau kalian anak orang yang tidak tau apa apa, tapi kalian semangat belajar kalian akan jadi orang yang berilmu”. Pungkas Pak Muslim dengan semangat.

Kepala Kemenag Lumajang itu mengatakan kita tidak perlu bertanya jadi apa setelah lulus dari Pesantren Nurul Qarnain. Karena Allah SWT tidak pernah menyia-nyiakan orang berilmu. Sebagai penutup Pak Muslim juga mengajak seluruh santri dan alumni pesantren untuk bermanfaat bagi orang lain.

“Untuk menjadi hebat tak perlu jadi pejabat, tak usah menunggu jadi bupati atau gubernur. Orang hebat bagi santri adalah orang yang siap hadir di tengah-tengah masyarakat dan siap memberikan manfaat bagi orang lain. ” Pungkas Pak Muslim disertai dengan tepuk tangan meriah dari hadirin.

Acara pengukuhan kelulusan Satuan Muadalah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Fawaid Yazid.

————————

Pewarta : Siti Anisa

Editor : Muhammad Firmansyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *