Ma’had Aly Nurul Qarnain Berangkatkan 31 Mahasantri PPM hingga ke Luar Jawa

JEMBER_nurulqarnain.net, KH Yazid Karimullah Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain pada Selasa pagi (07/11/2023) menutup acara Pembekalan PPM (Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat) Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain yang akan diberangkatkan ke tempat tugas di beberapa lokasi.

Beliau memberikan taujihat kepada seluruh mahasantri agar siap ketika berada di tempat tugas pengabdian selama waktu yang telah ditentukan.

“Saya selaku pengasuh berpesan kepada mahasantri, jaga keberkahan pesantren, terlebih mendirikan Ma’had Aly ini saya mengikuti dawuh guru saya, KHR. As’ad Syamsul Arifin di Sukorejo dan alhamdulillah terwujud,” buka beliau.

Dalam penyampaiannya, Kiai Yazid menerangkan latar belakang pendirian Ma’had Aly, yaitu karena lulusan pesantren diragukan dalam menyampaikan keilmuan kepada masyarakat pasca lulus dari pesantren.

Beliau juga menceritakan saat beliau diberi mandat oleh KHR. As’ad untuk menjemput kitab kepada KH. Yasin, “Saat saya dulu dipanggil KHR. As’ad Syamsul Arifin agar menemui KH. Yasin untuk mengambil kitab, beliau menyampaikan alasan pendirian Ma’had Aly, yaitu untuk menciptakan lulusan pesantren sebagai kader ulama yang membawa tidak hanya keilmuan, melainkan juga martabat dan nilai-nilai kepesantrenan,” cerita beliau.

“Walaupun kalian telah pandai membaca kitab sebagai lulusan Ma’had Aly, namun jangan sepelekan masalah-masalah kehidupan. Bawa nama pesantren di tengah masyarakat nanti,” imbuh beliau.

Pada kesempatan tersebut, KH. Yazid juga menyampaikan 3 pesan penting yang harus tetap dipegang oleh mahasantri saat di tempat PPM dan kelak di masyarakat.

“Pesan saya kepada kalian ada tiga. Pertama, jadilah mahasantri yang berani saat di tempat PPM. PPM ini mengajak kalian untuk berani terjun, baik di hadapan para santri, juga nanti kepada masyarakat ramai,” tutur beliau.

Kiai Yazid melanjutkan, “Kedua, jadilah duta, karena kalian tidak hanya membawa nama pesantren, tetapi kalian dipercaya untuk datang membawa keilmuan, terutama kepada mahasantri yang ditempatkan di daerah luar Jawa Timur. Dan yang ketiga sama seperti pribahasa, ‘menyelam sambil minum air’,” jelas beliau.

Sebelum penutupan, 31 mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain yang ikut PPM ini telah mengikuti pembekalan sejak dua hari. Materinya  mengenai misi untuk mengajar kitab Al Ijaz, metode belajar ilmu Nahwu, yang ditulis oleh KH. Badrut Tamam kepada santri tempat PPM.

Adapun beberapa lokasinya menurut Ketua Panitia, Ustaz Mamar Syauqi, M.Ag adalah pondok yang diasuh oleh KH. Muhyiddin Thohir di Sulawesi Selatan, Baitul Qur’an Mataram, dan Nurul Ulum di Nusa Tenggara Barat. Serta 3 titik di pulau Madura yang terbagi di Pamekasan dan Bangkalan. Dua lokasi Kepulauan Kangean dan beberapa titik lainnya di daerah Tapak Kuda.

“Dan alhamdulillah semua lokasi tersebut tidak atas pengajuan dari Ma’had Aly, namun permintaan dari para pengasuh tempat PPM yang mengisyaratkan betapa ditunggunya para lulusan Ma’had Aly di sana,” ungkap Ustaz Mamar Syauqi kala diwawancara. (*)

——————————————-

Reporter: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *