Ma’had Aly Nurul Qarnain Pacu Semangat Menulis Mahasantri dengan Gelar Pelatihan Jurnalistik

JEMBER_nurulqarnain.net. Tepat pada hari Selasa (23/7/2024) Ma’had Aly Nurul Qarnain menggelar Pelatihan Jurnalistik bersama Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain. Acara ini dilaksanakan guna mencetak penulis-penulis muda handal dari lingkungan pesantren.

Pelatihan ini diikuti oleh mahasantri dari semester I sampai semester V, serta diisi oleh beberapa narasumber ternama, yaitu Dr. Moh. Dasuki, S.Pd.I,. M.Pd.I (Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN KHAS Jember), Dr. (Cand) Fathor Rahman, S. HI,. M.Sy (Direktur Makhad UIN KHAS Jember), Zainal Anshari Marli (Wadek 3 FUAH UIN KHAS Jember), dan Maulana (Wartawan Radar Jember).

Para narasumber yang merupakan jurnalis profesional dari berbagai media di Indonesia tersebut, memberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, teknik wawancara, penulisan berita, serta etika jurnalistik kepada peserta pelatihan.

Gus Jamil Khan, selaku Wakil Mudir Ma’had Aly Nurul Qarnain, menyampaikan dalam sambutan mengenai pentingnya lembaga-lembaga pesantren untuk mengadakan pelatihan jurnalistik semacam ini untuk santri.

“Pelatihan Jurnalistik seperti ini sangat penting untuk diadakan secara kontinu di pesantren. Hal ini disebabkan karena betapa sulitnya mengungkapkan ilmu dalam bentuk tulisan,” tuturnya.

Dr. Fathor Rahman dan Zainal Anshari Marli salah satu dari narasumber menyampaikan bahwa untuk menjadi orang hebat dan terkenal itu bukan karena nasab, tapi dilihat dari sebuah kemauan untuk belajar menulis dan membaca.

Mahasantri Ma'had Aly Nurul Qarnain saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik
Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik

Mereka bahkan telah membuktikan ketika nyantri di pesantren. Mereka dapat bertahan hidup (survive), kendatipun orang tua telat berkunjung ke pesantren.

“Meski tanpa kiriman orang tua, kami dapat bertahan hidup di pesantren, karena salah satunya dapat honor dari tulisan-tulisan yang kami kirim ke media massa itu,” ujar salah satu narasumber.

Kedua narasumber tersebut terus memotivasi mahasantri untuk senantiasa membuat tulisan-tulisan yang nanti akan dibaca oleh publik. Lebih lanjut, mereka juga membuka peluang dan menganjurkan kepada mahasantri untuk mengirimkan tulisan mereka ke media massa dan mengikuti lomba-lomba karya tulis ilmiah di tingkat mana pun.

Sebagian narasumber yang merupakan alumnus dari pesantren itu menyebutkan, ia ingin mengadakan pelatihan serupa ini di pesantren-pesantren sebagai upaya meningkatkan dan menanamkan jiwa kepenulisan para santri.

“Sebab kami ingin membentuk generasi penulis handal dari kalangan santri,” lanjutnya.

Dengan digelarnya pelatihan menulis ini, tentu ada harapan-harapan besar dari para narasumer juga para guru di pesantren terhadap santri untuk senantiasa menanamkan jiwa kepenulisan. (*)

——————————————–

Pewarta: Fadlurrahman, Mahasantri angkatan VI Ma’had Aly Nurul Qarnain

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *