FOKSA Putri Nurul Qarnain Kaji Ikhlas Bersama Ning Ivvo Tafuz Shulha

JEMBER_nurulqarnain.net. Minggu (28/7/2024) Forum Komunikasi Santri Alumni (FOKSA) Putri Nurul Qarnain menggelar pertemuan rutin tiap dua bulan sekali bertempat di kediaman Saudari Nurul Aini desa Darsono kecamatan Arjasa kabupaten Jember. Acara ini dihadiri oleh 50 alumni putri Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Kegiatan rutinan ini dibuka dengan penampilan Grup Hadrah Attazkiyah (grup hadrah santri putri Nurul Qarnain), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ratib al-Haddad yang dipimpin oleh Saudari Umi Wahyuni. Usai itu, Grup Hadrah Attazkiyah melantunkan Shalawat Qiyam.

Pertemuan rutin kali ini, sedikit berbeda dengan pertemuan sebelumnya, sebab pada acara tadi pagi, kajian kitab al-Masail as-Shufiyah wa Asraru al-Qulubiyah tidak disampaikan oleh Ning Hj. Zulfa Yazid karena beliau harus menghadiri acara yang tidak dapat diwakilkan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Sehingga, Ning Ivvo Tafuz Shulha menggantikan beliau.

Dalam kajian tadi pagi, Ning Ivvo Tafuz Shulha membaca bab tetang ikhlas. Beliau menyampaikan bahwa ikhlas dalam bahasa Indonesia dapat diartikan rela, sedangkan ikhlas dalam bahasa Arab diartikan murni. Sedangkan ikhlas menurut Imam Assinqithi adalah Islam.

Anggota FOKSA Putri Nurul Qarnain
Anggota FOKSA Putri Nurul Qarnain

“Karena Islam merupakan suatu kerelaan kepada Allah SWT, bukan kepada yang lain. Oleh karena itu, orang Islam yang mencari ilmu dengan ikhlas semata-mata karena Allah, bukan sekadar untuk mengejar pekerjaan atau pun jabatan termasuk muslim yang sejati,” tutur beliau mengutip pendapat Imam Assinqithi.

Sedangkan menurut Imam Abdul Muhsin, ikhlas merupakan pondasi kesuksesan. Dan dengan ikhlas kita akan dapat mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat. Setiap pekerjaan yang dilandasi dengan ikhlas diibaratkan komposisi utuh antara ruh dan jasad. Beliau juga mencontohkan sosok kiai yang ikhlas, sehingga dapat membangun pesantren menjadi besar dan maju.

“Di antara tanda-tanda ikhlas adalah saat dicaci atau pun dipuji, kita biasa saja. Tidak merasa sedih dan kecil hati ketika dicaci, serta tidak menjadi tinggi hati dan bangga diri sekalipun dipuji. Kemudian yang juga termasuk ciri-ciri dari ikhlas adalah melupakan perbuatan baik kita kepada orang lain. Dalam hal ini, kita harus tanpa pamrih terhadap perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain,” imbuh beliau.

Kendati pun agak singkat, namun pertemuan tadi berlangsung khidmat. Banyak tambahan ilmu yang didapat oleh para alumni putri. Dan di akhir kajian, Ning Ivvo memohon maaf jika dalam penyampaiannya tidak sesuai dengan harapan alumni yang hadir. Hal ini merupakan pengalaman baru bagi beliau dalam menyampaikan kajian kitab kepada alumni, sedangkan selama ini beliau biasa mengkaji kitab khusus santri saja. (*)

——————————————

Pewarta: Fatna Harista

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *