Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Ahmad Yulianto,S.Pd., dengan pembacaan surah al-Fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Mahesa, Siswa SD Nurul Qarnain. Usai itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Wathan yang dipimpin oleh Rukyati, S.Pd.
Lalu, diteruskan dengan sambutan Ketua Dewan Pendidikan yang diwakili oleh Ning Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah kesempatan emas bagi wali murid dan dewan guru untuk menyampaikan atau mendiskusikan hal-hal penting yang berkaitan dengan lembaga.
“Pertemuan ini merupakan kesempatan yang baik untuk berkomunikasi. Bisa mendiskusikan hal-hal penting demi kemajuan SD. Kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan ide-ide cemerlang yang bisa menciptakan lingkungan yang baik sesuai dengan visi misi pesantren,” tutur beliau.
“Alhamdulillah dalam visi misi pesantren, SD Nurul Qarnain sudah berproses, seperti adanya pembiasaan salat Dhuha, pembacaan nazam Aqidatul Awwam, Asmaul Husna, Tahfidz, bahasa Arab dan Inggris, Pramuka, Futsal dan lain sebagainya yang mungkin saja tidak dilakukan oleh SD di luar sana,” sambung beliau.

Beliau berharap siswa-siswi Sekolah Dasar Nurul Qarnain usai lulus nanti, dapat melanjutkan studi ke lembaga yang sudah tersedia di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
“Kami berharap, siswa SD yang sudah diwadahi bisa terus diasah kemampuannya dengan tetap melanjutkan di lembaga pesantren yang sudah menyediakan asrama Inggris-Arab, lembaga Tahfidz, khusus pendalaman kitab dan sebagainya. Harapan kami, bagaimana nantinya siswa SD ini menjadi siswa yang tafaqquh fiddin,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan taujihat wa al-irsyadat yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Dalam arahannya, KH. Yazid Karimullah menceritakan masa perjuangan saat mendirikan pesantren dan lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan YPI Nurul Qarnain.
Pada tahun 1968, beliau baru punya lahan sekitar 40 meter, lantas dengan modal kemauan yang kuat dan rida guru, beliau mendirikan pesantren.
“Saya mendirikan pesantren ini berkat kekuasaan Allah SWT. Saya bertawakal dan percaya kepada Allah dengan modal doa. Jadi, sejak dalam kandungan empat bulan, oleh malaikat kita dicatat tiga perkara; rezeki, jodoh dan iumur. Jika ditakdirkan punya derajat tinggi, tetap tinggi. Dan sebaliknya,” tutur beliau.
Beliau mengabdikan diri untuk melayani para pencari ilmu di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, sebab beliau merasa berutang kepada Allah, Rasulullah, para guru dan kedua orang tua.
“Saya merasa punya utang kepada Allah, punya utang kepada Rasulullah, punya utang kepada guru juga orang tua, sehingga (pesantren) bisa seperti ini. Maka dari itu, saya ingin mengabdi, ingin melayani putra-putri kalian. Dan yang paling penting, bisa mencetak kader-kader yang hidup bahagia di dunia dan akhirat,” tambah beliau.

Sambutan terakhir sekaligus sosialisasi disampaikan oleh Kepala SD Nurul Qarnain, H. Humaidi, S.Pd. Ia menyampaikan bahwa demi kemajuan SD Nurul Qarnain, ia terus berupaya membangun sinergi dengan wali murid dan stakeholder.
“Kemajuan sekolah akan sangat bergantung kepada kerjasama dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan sekolah. Terlebih, sinergi ini dilakukan oleh sekolah bersama Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, insya Allah mampu membawa sekolah menjadi lebih maju dan berkembang. SD Nurul Qarnain pun terus berusaha mengembangkan dan membangun sinergi dengan wali murid dan stakeholder,” ujarnya.
Acara yang berakhir pada pukul 11.00 WIB ini, juga membahas sosialisasi mengenai program sekolah, lomba, dan lain sebagainya. (*)
————————————
Pewarta: Fita Lalia
Editor: Fathorrozi


