KH. Yazid Karimullah menyampaikan dalam sambutannya bahwa ibadah umrah bukanlah sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan ruhani yang sarat makna. Beliau mengingatkan bahwa dalam pandangan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal, ibadah haji hukumnya wajib, sementara umrah bersifat sunah, bahkan menurut sebagian pendapat cukup dilakukan satu kali seumur hidup. Namun, nilai utama umrah terletak pada niat dan kesungguhan dalam beribadah.

“Umrah bukan mau jalan-jalan, tapi mau beribadah kepada Allah SWT. Kalau tidak dipanggil dan ditolong oleh Allah, seseorang tidak akan bisa berangkat. Maka, habiskan waktu di Tanah Suci untuk ibadah dan jaga niat yang baik,” pesan beliau di hadapan jamaah dan pengantar.
Pesan yang paling ditekankan oleh KH. Yazid Karimullah adalah agar para jamaah menyampaikan salam kepada Rasulullah SAW ketika berada di Madinah. Menurut beliau, itulah amanah batin yang sederhana namun memiliki makna spiritual yang dalam.

Sebanyak 29 jamaah diberangkatkan dalam rombongan kali ini, terdiri dari 26 jamaah yang berangkat dari pesantren dan 3 jamaah lainnya berangkat dari Surabaya.
Sementara itu, total pendaftar umrah sebenarnya berjumlah 37 orang, namun delapan di antaranya berhalangan karena uzur dan dijadwalkan berangkat pada bulan Ramadan mendatang.

Beliau juga menyampaikan bahwa siapa pun yang turut mengantar jamaah hingga pemberangkatan, diyakini mendapatkan keberkahan dan syafaat dari Rasulullah SAW.
Dalam rombongan jamaah umrah tersebut, turut serta KH. Badrut Tamam, M.H.I., Wakil Pengasuh di Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, yang diantar langsung oleh asatiz Nurul Qarnain dari kediaman beliau menuju lokasi pelepasan. (*)
———————————–
Pewarta: Wildan Miftahussurur & Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


