Serangkaiam acara dibuka dengan pembacaan surah al-Fatihah dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an yang dibacakan oleh sahabat Yuzana Yusuf, S.E. Dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi oleh sahabat Qismatur Rohmah, S.Pd yang diikuti oleh seluruh hadirin. Serta diteruskan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathan, Mars Fatayat dan Hymne Fatayat yang dipandu oleh dirigen sahabat Nurul Qomariyah.
Dalam sambutannya, Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember, sahabat Rahma Saidah, M.P., menyampaikan bahwa dalam berorganisasi butuh ilmu dan seni agar Fatayat berkembang menjadi lebih hebat dan kuat.
“Butuh seni untuk bisa berorganisasi, agar bisa terus melanjutkan Fatayat ini menjadi lebih hebat dan menjadi lebih kuat. Seberapa hebat Fatayat, pasti tergantung siapa yang ada di sana. Pastinya kalian semua ini adalah kader-kader yang nanti akan menjadi kekuatan, menjadi ujung tombak di Sukowono. Berat, tetapi Insya Allah akan menjadi ringan jika dipikul secara bersama-sama,” tuturnya.

Sejarah mencatat, Fatayat di Sukowono ini kembali hidup salah satunya berkat semangat dan kesungguhan sahabat Nyai Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., yang tidak bosan mengajak semua alumni Nurul Qarnain, Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, teman-teman beliau dan masyarakat umum untuk bergabung dan mengabdi kepada NU melalui Fatayat ini.
“Sahabat tercinta saya, Zulfa Yazid, selaku pembina di Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukowono dan juga salah satu pengurus di Bidang Dakwah di Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember, memang luar biasa gerakan beliau. Karena beberapa waktu yang lalu Fatayat NU Sukowono ini seperti mati suri, maksudnya hidup segan mati tak mau. Tapi Alhamdulillah berkat kalian semua, Fatayat ini menjadi lebih hidup, bervariasi, dan bermakna, karena hari ini akan mendapatkan tambahan ilmu terkait Fatayat serta bagaimana cara membesarkan Fatayat,” imbuh sahabat Rahma Saidah, M.P.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dibekali berbagai materi seperti keaswajaan, ke-NU-an dan ke-Fatayat-an, pengantar gender, komunikasi untuk kepemimpinan efektif, dan keorganisasian dan citra diri kader Fatayat NU. Fasilitator dalam materi tersebut diampu oleh tokoh yang sangat mumpuni dan memiliki integritas dan loyalitas tinggi dalam tubuh Nahdlatul Ulama, seperti KH. Badrut Tamam, M.H.I., sahabat Nurul Hidayah, dan sahabat Minhajul Abidah.
Pada Minggu (24/12/23) sore sekitar pukul 17.00 WIB 37 kader Fatayat NU Sukowono dibaiat dan resmi menjadi kader Fatayat NU Sukowono. Pada acara pembaiatan yang diamanahkan kepada Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Timur berlangsung khidmat dan haru. Dalam hal ini Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., memakaikan gelang kepada kader Fatayat NU Sukowono yang telah dibaiat sebagai simbol resmi menjadi kader Fatayat NU. (*)
————————————-
Pewarta: Fita Lalia
Editor: Fathorrozi


