Menteri Agama Sampaikan Peran Gus Dur dalam Mentransformasikan Pendidikan Tinggi Islam Menuju Universitas yang Universal

JEMBER_nurulqarnain.net – Haul ke-15 Presiden Keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menjadi momen penting untuk mengenang berbagai jasa almarhum, terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu warisan terbesar Gus Dur adalah pemikirannya tentang transformasi perguruan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dalam mengubah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Acara yang berlangsung pada Sabtu (21/12/2024) tersebut dihadiri pula oleh KH. Yazid Karimullah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember.

Prof. Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Gus Dur berpendapat mengenai Islam yang merupakan agama universal, dan untuk mewadahi universalitas Islam, pendidikan Islam harus berkembang menjadi universitas, bukan sekadar institut.

“Islam adalah agama yang universal, dan untuk mewadahi universalitas Islam, perguruan tinggi Islam harus lebih terbuka dan berkembang menjadi universitas, bukan sekadar institut,” ujar Prof. Nasaruddin mengutip pemikiran Gus Dur.

Prof. Nasaruddin juga menceritakan proses transformasi IAIN menjadi UIN yang dimulai pada tahun 2000-an. Perguruan tinggi Islam pertama yang berubah menjadi UIN adalah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Mei 2002, diikuti oleh IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Juni 2004. Gus Dur memandang bahwa universitas adalah tempat yang tepat untuk mewadahi universalitas Islam, yang memiliki cakupan yang lebih luas, seperti samudera yang tak terbatas, sementara institut hanya seperti kolam atau danau yang terbatas.

“Jika tidak ada Gus Dur, tidak ada UIN. Beliaulah yang menandatangani proposal yang menjadi dasar bagi berkembangnya UIN-UIN di seluruh Indonesia,” kata Prof. Nasaruddin dengan penuh rasa terima kasih.

Dengan transformasi ini, Gus Dur telah membuka jalan bagi perguruan tinggi Islam yang mampu menjawab tantangan zaman, menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas dalam agama, tetapi juga terampil dalam berbagai bidang ilmu.

Beliau menegaskan bahwa Gus Dur juga menekankan pentingnya pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang universal dan rahmatan lil alamin.

“Pendidikan harus mengajarkan nilai yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia,” sambungnya.

Gus Dur percaya bahwa pendidikan yang mencakup nilai-nilai ini dapat mencetak generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap berkontribusi dalam kehidupan sosial dan intelektual. Semakin berkembangnya UIN di berbagai daerah membuktikan visi Gus Dur, dengan lahirnya generasi intelektual yang menguasai berbagai disiplin ilmu tanpa meninggalkan akar keislamannya.

Peran Gus Dur dalam mengubah IAIN menjadi UIN ini menjadi fondasi bagi pendidikan tinggi Islam yang inklusif dan berdimensi global, terlebih dengan adanya Ma’had Aly yang tersebar di seluruh Indonesia yang semakin mempertebal khazanah Perguruan Tinggi Islam yang ada di Nusantara ini. (*)

—————————————-

Pewarta: Wildan Ms

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *