Dalam kesempatan tersebut, usai ramah-tamah di kediaman pengasuh, Dr. Imam Bukhori, M.Pd., diajak berkeliling melihat langsung kompleks Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Beliau menuturkan rasa kagum terhadap pesantren yang meskipun tergolong muda, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi pendidikan maupun jumlah santri.
“Pesantren ini luar biasa. Untuk ukuran pesantren yang masih dalam generasi pertama, perkembangannya sangat maju. Hal ini tentu tidak terlepas dari pengelolaan dan manajemen yang baik,” ujar Dr. Imam Bukhori, M.Pd.

Agenda kunjungan dilanjutkan dengan acara serasehan bersama Civitas Akademika dan Dosen STIS Nurul Qarnain di kampus. Diskusi ini menjadi ajang tukar pikiran tentang pengembangan akademik dan peran perguruan tinggi Islam dalam mencetak generasi unggul.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Dr. Imam Bukhori mengikuti acara ramah tamah di kediaman KH. Badrut Tamam, M.H.I. Dalam suasana santai, beliau menikmati hidangan yang disajikan sembari berbincang hangat dengan para civitas dan dosen.

Dalam kesempatan tersebut, beliau ungkap rasa sangat bahagia dengan sambutan majelis dewan pengasuh di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
“Kami sangat bahagia bisa bersilaturahmi ke pondok ini, disambut penuh kehangatan sehingga bisa bercengkerama dan tertawa lepas seperti ini,” sambung beliau dengan senyum lebar.
Setelah tiga jam yang penuh manfaat, Dr. Imam Bukhori berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya sebelum kembali ke Jakarta guna menuntaskan agenda yang lain.
Kunjungan ini menjadi inspirasi bagi Pondok Pesantren Nurul Qarnain juga STIS Nurul Qarnain untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam. (*)
—————————————–
Pewarta: Wildan Ms.
Editor: Fathorrozi


