Acara yang bertajuk “Nurul Qarnain Bershalawat” itu dibuka dengan penampilan Hizb Basmalah oleh 313 santri putra berpakaian serba putih yang membentuk baris-baris melingkar sembari berpegangan tangan mengikuti alunan basmalah yang dikumandangkan oleh Jam’iyah Shalawat Al Wishol.
Santri putri pun demikian. Seluruh santri putri dirapatkan dengan barisan yang rapi mengenakan kerudung putih dan ornamen emas. Dalam koreografi Tari Saman tersebut ditampilkan tulisan We Love NQ 1445, serta kreasi lilin juga mengikuti alunan shalawat.

Selain dihadiri oleh santri dan para asatiz, acara shalawatan ini juga dihadiri oleh para alumni, wali santri, masyarakat sekitar hingga para komunitas shalawat. Membeludaknya para jamaah ini sampai memenuhi halaman asrama putri.
“Sebelum mauidzah hasanah dimulai, kita patut berbangga, salah satu santri putra Nurul Qarnain, yakni ananda Nauval Hamdani Wahid dari Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain berhasil meraih juara 2 dalam Musabaqah Qiraatil Kutub tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemenag Republik Indonesia yang bertempat di Lamongan,” ungkap Yulianto, S.Pd.I., selaku pembawa acara.
KH. Yazid Karimullah selaku pengasuh langsung berdiri menyerahkan trofi serta mengalungkan medali juara kepada ananda Nauval diiringi tepuk tangan para hadirin.

Dalam mauidzahnya, KH. Yazid Karimullah menyatakan takjub dengan kehadiran para jamaah.
“Saya sangat bersyukur, sungguh acara ini di luar perkiraan, karena saya hanya ingin mengadakan acara ini dengan santri dan mengundang para pimpinan lembaga, seluruh dosen, dewan guru serta para santri. Tetapi, para jamaah shalawat sangat banyak yang hadir meskipun kegiatan ini tidak disebarluaskan ke media sosial. Saya yakin, itu semua sebab didasari betapa besarnya rasa cinta kepada sang junjungan, Nabi Muhammad Saw,” tutur beliau.
Selain itu, KH. Yazid Karimullah juga memimpin para jamaah dan para santri untuk membaca doa akhir dan awal tahun, masing-masing dibaca tiga kali. Berikut dilanjutkan dengan membaca Ayat Kursi sebanyak tujuh kali.
“Marilah tahun baru ini, kita jadikan bahan koreksi dan evaluasi, khususnya bagi kepala sekolah, para dosen, dan para guru. Sesuatu yang masih kurang pada tahun kemarin (1444 H), kita perbaiki di tahun ini (1445 H,” imbuh beliau.
Di pengujung acara, Shahibul Majelis Shalawat Al Wishol, KH. Fawaid Yazid mengajak para jamaah untuk meminum susu dan membaca doa mengharap keberkahan.
“Mari kita minum susu sebagaimana yang dianjurkan oleh Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani, dengan berharap melimpahnya keberkahan di tahun 1445 hijriah ini,” pungkas beliau.
————————————–
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


