JEMBER | nurulqarnain.net – Ratusan peserta didik bersama wali murid dari tiga lembaga pendidikan di bawah naungan YPI. Nurul Qarnain, yakni PAUD, RA, dan SD Nurul Qarnain, menghadiri acara Tasyakur dan Lepas Kenang Tahun Pelajaran 2025-2026 dalam suasana penuh syukur dan bangga di Auditorium KH. Yazid Karimullah, Pondok Pesantren Pondok Pesantren Nurul Qarnain, pada Rabu (20/05/2026).
Sejak pagi hari, auditorium telah dipenuhi wajah-wajah ceria para siswa yang mengenakan busana terbaik mereka. Di sisi lain, para orang tua duduk dengan sorot mata penuh harapan, menyaksikan putra-putri mereka menapaki salah satu fase penting dalam perjalanan pendidikan.
Acara tersebut tidak sekadar menjadi seremoni perpisahan, melainkan momentum penghormatan atas proses panjang belajar, tumbuh, dan pembentukan karakter yang telah dilalui bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengasuh pesantren, Pengawas Bina Sekolah Dasar Kecamatan Sukowono, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar, serta para kepala lembaga pendidikan di lingkungan YPI. Nurul Qarnain.

Mewakili sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Lora H. Achmad Nakhlid Syafi’i, S.E., M.H., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang masing-masing.
“Tidak ada yang pantas dalam sambutan kali ini, kecuali ucapan selamat atas kelulusan yang telah diraih,” tutur beliau di hadapan para hadirin.
Beliau juga mengajak seluruh wali murid untuk terus mendampingi putra-putrinya dalam menempuh pendidikan lanjutan, seraya memperkuat fondasi akhlak dan ibadah.
“Harapannya, Bapak-Ibu sekalian, mari kita dorong putra-putri kita ini untuk mendalami ilmu, meningkatkan amal ibadahnya,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengingatkan pentingnya memilih ilmu yang relevan dan bermanfaat bagi kehidupan. Dengan mengutip sebuah maqalah tentang luasnya ilmu pengetahuan. Beliau menegaskan bahwa manusia tidak mungkin menguasai seluruh cabang ilmu sekalipun menghabiskan waktu 100 tahun untuk mempelajarinya.
“Sesungguhnya ilmu itu luas dan dalam seperti lautan, maka ambillah ilmu yang lebih baik dan lebih relevan dengan zaman sekarang,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengawas Bina Sekolah Dasar Kecamatan Sukowono, Hj. Ain Antikasari, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik serta memberikan motivasi agar semangat belajar terus dijaga sepanjang hayat.
“Teruslah kalian belajar, karena kewajiban belajar itu seumur hidup,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak dan menghormati guru maupun orang tua sebagai bagian dari nilai pendidikan yang utama.
“Hormati orang tua, guru, para ustaz, dan para kiai yang sudah menjadi panutan anak-anak semua, serta tetap membawa nama baik almamater kalian, yaitu Nurul Qarnain,” imbuhnya.

Suasana acara semakin khidmat ketika Mauizah Hasanah disampaikan oleh KH. Badrut Tamam, M.H.I., selaku Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain Bidang Pendidikan. Dengan gaya penyampaian yang tenang dan mendalam, beliau mengisahkan cerita Raja Arbakhiyah atau Raja Arboga sebagaimana termaktub dalam kisah yang ditulis oleh Ibnu Katsir.
Kisah tersebut menceritakan tiga putra raja yang diberi kesempatan menyampaikan permintaan terakhir menjelang wafat ayahandanya. Putra pertama meminta kerajaan, putra kedua meminta harta, sedangkan putra ketiga memilih ilmu sebagai bekal kehidupan.
Melalui kisah itu, KH. Badrut Tamam menegaskan bahwa ilmu yang benar akan menjadi penuntun dalam menjaga kekuasaan, mengelola kehidupan, sekaligus mendekatkan manusia kepada Allah SWT. Pesan tersebut menghadirkan suasana hening di dalam auditorium. Banyak wali murid tampak menyimak dengan penuh perhatian, seolah menemukan kembali makna terdalam dari pendidikan yang sedang diperjuangkan untuk anak-anak mereka.

Momen paling menyentuh berlangsung saat pemberian cenderamata kepada para lulusan terbaik dari masing-masing lembaga. Tepuk tangan panjang menggema ketika nama-nama siswa berprestasi dipanggil satu per satu menuju panggung utama.
Lulusan Terbaik PAUD Nurul Qarnain diraih oleh M. Azka Afkohur Millah, putra dari Moh. Wafid, Kalisat, Jember. Lulusan Terbaik RA Nurul Qarnain diraih oleh Feby Nazla Mecca, putri dari Angga Restu Gunawan, Sumberwringin, Sukowono, Jember.
Sementara itu, Lulusan Terbaik SD Nurul Qarnain Tahun Pelajaran 2025-2026 Kelas Imam Al-Ghazali diraih oleh Muhammad Farid Akbar, putra dari Rahmadi, Sumberpakem, Sumberjambe, Jember. Adapun Kelas Imam Al-Jilani diraih oleh Elvarizli Abnaya Syaheti, putri dari Mahfidi, Karangmelok, Tamanan, Bondowoso.
Suasana haru pecah ketika para orang tua dari lulusan terbaik diminta naik ke atas panggung untuk mendampingi putra-putri mereka menerima penghargaan. Beberapa ibu tampak menyeka air mata, sementara para ayah berdiri dengan raut bangga yang sulit disembunyikan.

Anak-anak itu menggenggam erat cenderamata yang diterima, berdiri di antara kedua orang tua yang selama ini menjadi saksi perjuangan mereka sejak awal belajar membaca dan menulis hingga akhirnya menuntaskan pendidikan di jenjang masing-masing. Kilatan kamera mengabadikan momen yang bukan sekadar tentang prestasi, melainkan tentang doa, pengorbanan, dan harapan yang tumbuh di dalam sebuah keluarga.
Di sudut auditorium, sejumlah wali murid saling berpelukan dan mengucapkan selamat. Para guru pun tampak berkaca-kaca menyaksikan anak-anak didiknya tumbuh dan siap melanjutkan perjalanan pendidikan menuju tahap berikutnya.
Tasyakur dan Lepas Kenang tersebut akhirnya menjelma menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang pertemuan antara rasa syukur, cinta orang tua, dedikasi guru, dan harapan besar terhadap masa depan generasi muda. Dari auditorium itu, langkah-langkah kecil para siswa dilepas dengan doa terbaik, agar kelak tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa manfaat bagi masyarakat. (*)
———————————–
Juru Berita: Fathorrozi


