Minggu, 18 September 2022, Forum Komunikasi Santri Alumni (FOKSA) Putri, Pondok Pesantren Nurul Qarnain melaksanakan pertemuan rutin anjangsana-anjangsini. Pertemuan kali ini bertempat di kediaman saudari Rofiatul Laily, Pejagan, Grujugan, Bondowoso. Sebagaimana biasa, dalam setiap pertemuan rutin yang digelar tiap dua bulan sekali ini diisi dengan acara pembacaan Ratibul Haddad, lantunan selawat Nabi, serta kajian kitab al-Masail as-Shufiyah wa Asraru al-Qulubiyah.
Pembacaan Ratibul Haddad dipimpin oleh saudari Faidatul Hasanah, selawat Nabi dibacakan oleh saudari Siti Romlah, dan kitab al-Masail as-Shufiyah wa Asraru al-Qulubiyah dikaji oleh Pembina FOKSA Putri, yakni Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I, S.Pd.I. Kajian kali ini membahas tentang beberapa cara memuliakan ulama. Penjelasan beliau begitu gamblang dan renyah, sehingga membuat hadirin yang kurang lebih berjumlah 80-an itu begitu antusias menyimak. Kami semua dibuat bernostalgia dengan suasana saat kajian kitab di pesantren dulu. Di antara cara menghormati ulama yang beliau sampaikan adalah mencium tangannya dan berdiri saat guru kita lewat. Memuliakan ulama merupakan salah satu jalan mengetahui ilmu Allah.
“Dalam kitab Adabu al-Mufrad dijelaskan bahwa orang yang mengharamkan bahkan sampai mengkafirkan orang yang mencium tangan ulama termasuk mengingkari sunah Nabi,” tutur Ning Zulfa.
Selain itu, beliau juga mengutip sabda Nabi yang juga termaktub dalam kitab Adabu al-Mufrad karya Imam Bukhari, “Quumuu lisayyidikum” (Berdirilah untuk tuanmu!) sebagai landasan bagi kita untuk berdiri saat guru lewat. Beliau juga menegaskan bahwa yang dimaksud dengan guru di sini bukan hanya sekedar guru yang mengajar kita. Akan tetapi, dzurriyah guru adalah guru bagi kita, sekalipun usianya lebih muda dibanding kita. Tidak hanya itu, guru dari anak-anak kita pun merupakan guru bagi kita sekalipun kita tidak pernah belajar kepadanya.
Usai kajian kitab, pertemuan ini ditutup dengan doa yang juga dipimpin oleh Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I, S.Pd.I. Namun, sekalipun doa telah selesai dimunajatkan, acara pertemuan kali ini belum selesai. Karena pada hari tersebut tanggal 18 September 2022, bertepatan dengan hari lahir FOKSA Putri Nurul Qarnain yang ke-6. Milad FOKSA ini dirayakan dengan pemotongan tumpeng oleh Ning Zulfa.
“Eratkan persaudaraan, kukuhkan pengabdian demi terwujudnya pesantren sebagai pusat peradaban,” pesan Ning Zulfa kepada semua usai acara potong tumpeng. Besar harapan beliau agar semua alumni putri dari berbagai angkatan dapat hadir dan istikamah dalam acara FOKSA. Agar senantiasa bersambung kepada guru dan pesantren. Sebagaimana slogan FOKSA putri “Ngecharge ateh, nyambhung dhe’ guru tor pesantren, malar moghe odhik bhunga dunnyah akhirat.”
Juru berita: Fatna Harista


