Momentum Hikmah dan Persatuan Bangsa dalam Kegiatan Maulid Nabi di Nurul Qarnain

JEMBER_nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain kembali menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pengajian umum dan doa bersama di halaman timur pesantren pada Minggu (07/09/2025). Ribuan jamaah hadir untuk memuliakan kelahiran Nabi tersebut, bersama para ulama dan tokoh penting yang turut memeriahkan acara.

Hadir dalam peringatan tersebut cicit dari Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (Syaikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil al-Jilani al-Hasani), Gubernur Jawa Timur (Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa), Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo (KHR. Achmad Azaim Ibrahimy), Majelis Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (KH. Agus Fahmi Amrullah Hadziq), serta sejumlah ulama dan kiai lainnya.

Dalam tausiahnya, KHR. Achmad Azaim Ibrahimy mengingatkan tentang nilai historis shalawat dan perayaan Maulid yang telah menginspirasi kemenangan Islam, termasuk pembebasan Baitul Maqdis di bawah pimpinan Salahuddin al-Ayyubi.

Hal senada juga disampaikan oleh Majelis Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, bahwa seyogianya perayaan Maulid Nabi harus membawa perubahan pada diri.

“Perayaan Maulid bukan hanya menambah semangat, tetapi juga harus membawa perubahan dalam diri kita,” pesan KH. Agus Fahmi menegaskan.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menambahkan pesan penting tentang menjaga sanad keilmuan.

“Cari ilmu dari guru ke guru, jangan hanya dari internet,” nasihatnya kepada para santri.

KH. Yazid Karimullah dalam kesempatan yang sama mengingatkan hadirin tentang firman Allah mengenai negeri yang aman dan makmur, yang kemudian tertimpa musibah karena keserakahan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain tersebut juga mengimbau agar jamaah bijak dalam menggunakan media sosial dan tetap mengikuti arahan ulama serta umara.

Sebagai penutup, Syaikh Fadhil al-Jilani memberikan ijazah bacaan Shalawat Nabi sebanyak 313 kali, disertai pesan mendalam tentang makna Maulid Nabi sebagai momentum syukur dan kebaikan.

Acara berlangsung khidmat, sarat hikmah, dan menjadi pengingat akan pentingnya meneladani Rasulullah, menjaga persatuan, serta memperkuat rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. (*)

———————————-

Juru Berita: Safiroh Adania & Silfin Aisyah

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *