Peranan perempuan sekarang ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tidak sedikit dari perempuan muslim yang memiliki keilmuan dan kecakapan, sehingga mampu tampil bersaing dengan laki-laki dalam berbagai bidang.
Salah satu tokoh yang mencerminkan hebatnya seorang perempuan adalah Ning Hj. Zulfa Yazid. Beliau adalah putri ketiga dari pasangan KH. Yazid Karimullah dan Nyai Hj. Halimatus Zakiyah. Lahir pada tanggal 05 Februari 1981 atau 08 Shafar 1402 di desa Baletbaru Sukowono Jember.
Asumsi bahwa hanya laki-laki yang bisa berkiprah dalam organisasi merupakan pemahaman yang keliru, sebab di zaman sekarang sudah banyak perempuan dengan keilmuan yang luas dan semangat yang tinggi mulai berkiprah di berbagai organisasi, salah satunya adalah beliau. Beliau kerap dipanggil dengan sebutan Ning Zulfa.
Di tahun 2003 beliau menikah dengan KH. Badrud Tamam dan dikaruniai 5 putra, yaitu Lora Kafanial Agil el-Tamamy, Lora Arkhond el-Tamamy, Lora Najaf Farial Muhammad at-Tamamy, Lora Birnis Bait Naza el-Tamamy, dan Lora Afad Hayzum Muhammad el-Tamamy. Namun, putra kedua beliau, yakni Lora Arkhond lebih dahulu kembali pada Sang Pencipta.
Pendidikan sekolah dasar beliau tempuh di SDN Baletbaru 2 dan lulus pada tahun 1993. Pendidikan setelahnya, beliau tekuni di Pondok Pesantren Salafiah Syafiiyah Sukorejo (PPS3), yaitu SMP Ibrahimy Sukorejo Situbondo, lulus pada tahun 1996. Dilanjutkan pada SMA Ibrahimy Sukorejo Situbondo, lulus pada tahun 1999. Kuliah pun tetap beliau lanjutkan di PPS3 di Fakultas Dakwah, lulus pada tahun 2004, dan di Fakultas Tarbiyah Ibrahimy, lulus pada tahun 2007. Saat ini beliau masih menempuh pendidikan Pascasarjana di UINKHAS Jember.
Beliau merupakan seorang wanita yang cinta akan organisasi, sehingga sering menjadi aktivis di beberapa organisasi semenjak sekolah hingga sekarang. Organisasi sekolah yang pernah ditempuh di antaranya OSIS, OSIM, IKSASS Santri, BEMF, dan BEMI.
Setelah terjun di masyarakat, beliau berkiprah di organisasi HIMPAUDI pada tahun 2007. IKSASS Alumni dan Fatayat Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang beliau tekuni hingga sekarang. Di Fatayat Nahdlatul Ulama, beliau dipercaya menduduki di bidang dakwah.
Tujuan beliau berkiprah di dalam organisasi Nahdlatul Ulama adalah untuk memakmurkan NU, mengabdi kepada NU, serta menjalankan wasiat guru. Beliau memiliki prinsip hidup yang luar biasa: “Hidup untuk belajar dan berjuang. Jangan pernah berhenti belajar dan terus berjuang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.”
Beliau merupakan sosok perempuan yang banyak terjun di berbagai organisasi. Karena menurut beliau dalam berorganisasi bukan hanya banyak menyalurkan ilmu, melainkan juga banyak menerima ilmu. Semakin banyak bertemu orang dengan keilmuan yang berbeda dan berbagai macam karakter, di situlah kita dapat memahami dan menjadi bekal untuk selalu tampil inovatif dan kreatif.
“Dengan berorganisasi di Fatayat, kita dapat memperkuat benteng Ahlussunnah wal Jamaah. Yang dapat membentengi Aswaja adalah orang-orang NU sendiri. Dari itu, sangat penting bagi kita untuk terjun langsung di masyarakat melalui organisasi NU. Jika tidak, negara kita akan hancur disebabkan bertebarannya aliran Wahabi, Salafi, Syiah dan paham-paham lain yang bertentangan dengan Pancasila.
“Dengan memahami ilmu dan organisasi itu, kita dapat meluruskan pemahaman yang keliru yang terjadi masyarakat,” tutur beliau.
“Cukup dengan menjadi tokoh atau berpayung organisasi, kita dapat meluruskan dan mengajak masyarakat awam ke paham yang benar, terutama di desa-desa kecil yang sudah banyak dimasuki paham-paham lain,” tambah beliau.
Pesan beliau untuk kita kaum wanita adalah teruslah berproses, berkarya untuk mengisi ruang-ruang kehidupan, bersikap mandiri, kuat, dan tidak selalu bergantung kepada laki-laki. Perempuan tidak hanya bergerak di ranah domistik saja, tapi juga bisa bersaing di ranah publik.
Tutur beliau, “Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjadi motor penggerak organisasi Nahdlatul Ulama.”
Jelaslah beliau merupakan figur yang sangat menginspirasi. Perempuan yang menjadi cahaya terang di tengah kebutuhan banyak orang, dan menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi kita semua.***
Penulis: Muchlisatul Hasanah, Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain Semester 540


