Delapan tahun lalu, kami masih menjalani KKN di desa Karang Duren, kecamatan Balung, kabupaten Jember. Di tengah rutinitas kami di sana, datang kabar yang membuat hati kami senang: SK Ma’had Aly Nurul Qarnain akan diserahkan secara resmi di Jakarta.
Tanpa pikir panjang, kami memutuskan untuk pulang lebih awal ke pondok, hanya untuk satu hal, mengantar KH. Badrut Tamam ke terminal Tawang Alun karena beliau berkenan menggunakan bus menuju Surabaya. Kami minta izin kepada beliau, dan beliau mengizinkan.
Bagi kami, meski hanya pengantar, kami ingin jadi bagian dari sejarah ini, meski sekecil apapun.
Kami berangkat naik motor Revo butut, lewat jalur Kalisat. Di tengah perjalanan, beliau sempat mampir ke toko di Kalisat untuk membeli tas gendong sederhana, hanya untuk membawa baju ganti, laptop dan berkas penting.
Sebelum sampai ke terminal, kami berhenti dulu di emperan ruko, membongkar isi tas lama dan memindahkannya ke tas baru. Setelah itu, beliau kami antar masuk ke peron terminal. Saat itu, semuanya terasa berjalan biasa. Tapi rupanya, Allah sedang menyiapkan pelajaran besar.
Dalam perjalanan menuju Surabaya, beliau kecopetan. Tas baru yang berisi laptop, baju ganti, dokumen, semuanya hilang. Beliau hanya bisa melanjutkan perjalanan dengan apa yang melekat di badan. Dalam kepanikan, satu-satunya nomor yang beliau ingat hanyalah nomor Kantor Ma’had Aly Sukorejo.
Di Surabaya, beliau menuju Kantor Menara Suci dan di sanalah beliau menumpang telepon. Dari sana, kabar duka itu sampai kepada Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Saat menerima SK di Jakarta, baju dan kopiah yang beliau kenakan adalah pemberian dari orang-orang baik di Menara Suci. Bahkan, ada juga satu helai sarung merah yang beliau pakai saat di jakarta, beliau hadiahkan kepada kami sepulang dari Jakarta.
Kami pun sempat kebingungan mencari kabar beliau. Untungnya, kami punya kontak salah satu Mahasantri Ma’had Aly Kajen, Pati. Lewat mudirnya yang juga sedang menghadiri acara serah terima SK, komunikasi bisa tersambung dengan beliau. Sungguh kenangan yang tidak mungkin kami lupakan.
Selamat Milad ke-8, Ma’had Aly Nurul Qarnain
Langkahmu mungkin tidak selalu mudah. Semoga engkau terus melahirkan kader-kader Fiqh dan Ushul Fiqh yang handal serta tetap kokoh dan eksis berdiri hingga yaumil akhir.
Kami hanyalah pengantar, tapi kami menjadi saksi bahwa perjalanan ini lahir dari air mata, peluh dan doa yang tak pernah putus.
————————————–
Penulis: Muslim Al Hasany
Editor: Fathorrozi


