Pengajian Ahad Pagi: KH. Yazid Karimullah Bahas Sunah-Sunah Wudu

JEMBER_nurulqarnain.net – Pengajian rutin KH. Yazid Karimullah membahas kitab Mawahib as-Shamad fi Halli al-Fadiz Zubad pada Ahad pagi (01/12/2024) diikuti oleh seluruh santri. Kali ini, beliau mengupas sunah-sunah wudu, mengingatkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebersihan.

KH. Yazid menyampaikan terkait sunah wudu, meliputi bersiwak sebelum memulai wudu, membaca basmalah, dan membasuh atau membersihkan tangan sebelum memasukkan ke dalam bejana untuk menjaga kebersihan air.

Kesunahan wudu yang lain, sebagaimana yang dituturkan oleh beliau adalah berkumur serta menghirup air dengan satu cidukan sambil berdoa.

“Menghirup air dengan satu cidukan dan berdoa ‘Allahumma arihni raihatal jannati’,” ungkap beliau.

Selanjutnya, beliau menjelaskan mengenai teknik meratakan usapan kepala dari depan, mengusap telinga luar dan dalam dengan air baru, serta menyela jari tangan dan jenggot bagi laki-laki.

“Cara membasuh telinga, yaitu jari telunjuk diletakkan pada lubang telinga, jempol diletakkan di bagian belakang telinga, kemudian jari telunjuk digerakkan mengikuti lekukan telinga dan jari jempol digerakkan ke atas,” jelas beliau.

Kesunahan lainnya adalah menyempurnakan basuhan sebanyak tiga kali, memulai basuhan dari anggota tubuh yang kanan, menjaga niat hingga akhir, serta berwudu secara terurutan.

Selain itu, pada kesempatan tersebut KH. Yazid juga menyoroti pentingnya hemat air, cukup satu mud untuk wudu, memperpanjang basuhan tangan dan kaki, memperbarui wudu setiap akan salat, serta melaksanakan salat sunah dua rakaat setelah wudu.

Beliau mengingatkan para santri untuk menghindari hal makruh, seperti israf (berlebihan menggunakan air), mendahulukan anggota tubuh yang kiri, atau membasuh lebih dari tiga kali dengan yakin.

Menurut beliau, kesempurnaan wudu bukan hanya ritual, tetapi refleksi kebersihan lahir dan batin, serta kunci mendekatkan diri kepada Allah.

Pengajian ini memberi wawasan mendalam, menginspirasi santri untuk lebih memperhatikan ibadah.

“Makruhnya wudu yaitu israf (berlebih-lebihan) dalam menggunakan air meskipun berwudu dari air laut yang luas, mendahulukan anggota tubuh yang kiri, dan membasuh lebih dari tiga basuhan dengan yakin tanpa ragu,” pungkas beliau. (*)

———————————-

Reporter: Silfin Aisyah & Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *