Penganugerahan Bintang Lajnah Qira’atuna Nurul Qarnain, Ustaz Firmansyah Jelaskan Kemuliaan Al-Qur’an

JEMBER_nurulqarnain.net – Suasana khidmat menyelimuti ruang Auditorium KH. Yazid Karimullah saat Lajnah Qira’atuna Nurul Qarnain menggelar Penganugerahan Bintang Kelas dan Bintang Lajnah pada Rabu (18/06/2025). Acara yang dihadiri oleh seluruh asatiz dan santri putra-putri itu bukan sekadar momen bagi-bagi trofi, melainkan peneguhan semangat menapaki jalan Al-Qur’an.

Ustaz M. Firmansyah, S.Pd., M.H., M.Pd., dalam sambutannya mewakili Pembina Lajnah Qira’atuna, Nyai Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., mengawali sambutan dengan nada rendah hati dan penuh kesadaran diri.

“Sejatinya bukan saya yang pantas berdiri di hadapan kalian semua,” ungkapnya.

“Saya hanya menggantikan pembina, karena tadi siang beliau mentitahkan saya untuk menyampaikan amanat ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Firmansyah menyampaikan pesan mendalam tentang kemuliaan Al-Qur’an, bahwa membacanya adalah permulaan dari sebuah perjalanan yang tak berkesudahan.

“Al-Qur’an tidak selesai dalam satu zaman, tidak pula cukup dibahas dalam satu malam. Yang kita tahu hanya dari akal, tapi Al-Qur’an memuat lautan makna,” ujarnya tegas.

Bintang Lajnah Qira'atuna Putra Tahun 2025
Bintang Lajnah Qira’atuna Putra Tahun 2025

Menurutnya, para santri kini sedang menapaki jalan panjang untuk bersahabat dengan Kalamullah. Dari belajar membaca dengan tartil, fashahah, makharijul huruf yang benar, hingga mencapai tingkatan tertinggi: membaca, mentadaburi, lalu mengamalkan.

“Al-Qur’an adalah teman sejati. Di dunia kita makan, tidur, dan belajar bersama teman. Tapi nanti, yang akan menemani kita di akhirat bukan teman sekamar, melainkan Al-Qur’an,” ucapnya, lirih namun menggugah.

Ustaz Firmansyah juga mengutip dawuh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, bahwa membaca Al-Qur’an harus disertai dua adab.

“Terdapat dua adab dalam membaca Al-Quran, yaitu adab lahir dan adab batin,” katanya.

“Secara lahir, membaca Al-Qur’an itu harus dengan fasih, tartil, tidak selonjoran, menjaga wudu, dan menghormatinya dengan tidak meletakkan benda lain, seperti pulpen dan kitab. Sedangkan secara batin, kita harus yakin bahwa ini adalah Kalamullah. Kita baca dengan mata, pahami dengan akal, hayati dengan hati, dan jalankan dengan jiwa,” jelasnya.

Dari itu, ia memaparkan mengenai tiga tingkatan dalam membaca Al-Qur’an, “Ada tiga tingkatan orang dalam membaca Al-Qur’an. Level pertama, hanya membaca Al-Qur’an saja. Level kedua, membaca serta mentadaburi artinya. Sedangkan level ketiga, membaca, mentadaburi dan mengamalkannya. Kalian harus instropeksi, sudah sampai level berapa sekarang?” imbuhnya.

Bintang Lajnah Qira'atuna Putri Tahun 2025
Bintang Lajnah Qira’atuna Putri Tahun 2025

Dalam kegiatan yang penuh kehangatan itu, diumumkan pula nama-nama santri terbaik yang menyandang gelar Bintang Lajnah tahun ini. Muncullah wajah-wajah muda yang tak hanya cemerlang dalam prestasi, namun juga gemilang dalam mencintai Al-Qur’an.

Tersebutlah Muhammad Alfaradis Wildan sebagai Bintang Lajnah Pertama Putra, Muhammad Syamsi selaku Bintang Lajnah Kedua, dan Muhammad Zafran Mubarok sebagai Bintang Lajnah Ketiga. Sedangkan secara berurutan Bintang Lajnah Pertama, Kedua, dan Ketiga Putri adalah Nur Lailatul Fauziah, Ismatul Izza, dan Dini Izzatul Millah.

Mereka melangkah ke atas panggung satu persatu dengan langkah tenang dan mata berbinar. Di tangan mereka tergenggam trofi, sementara di hati mereka insya Allah tertanam semangat untuk terus tumbuh bersama Al-Qur’an. (*)

——————————————

Reporter: Silfin Aisyah

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *