Pembacaan Surah Yasin dilakukan dengan niat khusus pada setiap putaran. Surah Yasin pertama diniati agar diberikan umur panjang serta ketaatan dalam beribadah. Surah Yasin kedua diniati agar terhindar dari marabahaya serta diberi rezeki yang berlimpah. Sementara itu, Surah Yasin ketiga diniati agar para santri diberi kelapangan hati serta meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Fadilah Malam Nisfu Sya’ban dikenal sebagai malam pergantian catatan amal dan menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah.
Setelah pembacaan Yasin, para santri dengan penuh rasa haru melanjutkan sowan kepada ahlul bait, sebagai bentuk penghormatan dan keberkahan dalam menyambut malam yang mulia ini. Terlihat juga para santri juga saling meminta maaf antara sesama bahkan nampak beberapa santriwati juga memberikan makanan-makanan ringan.
Tidak Sekedar itu, saluran Whatsapp yang dikelola oleh Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain mengutip riwayat hadis dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Apabila telah datang malam Nishfu Sya’ban, maka beribadahlah pada malam harinya (qiyamullail) dan berpuasalah pada siang harinya. Sesungguhnya (rahmat) Allah turun pada malam itu ke langit yang paling bawah ketika terbenamnya matahari, kemudian Allah menyeru: Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni? Adakah yang meminta rezeki, maka Aku akan melimpahkan rezeki kepadanya? Adakah orang yang sakit, maka akan Aku sembuhkan? Dan hal-hal lain sampai terbitnya fajar,” ungkap di saluran tersebut
Dengan penuh kekhusyukan, santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain mengisi malam istimewa ini dengan ibadah, doa, dan muhasabah diri, mengharap ridha serta keberkahan dari Allah SWT. Terlebih sebentar lagi mereka akan pulang untuk menikmati liburan Ramadhan.
Pewarta: Wildan Ms
Editor: M. Firmansyah


