Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi para alumni untuk mengenang kembali masa-masa indah semasa sekolah dan nyantri, serta mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin sejak puluhan tahun lalu antara guru dan murid di pesantren hingga kembali ke masyarakat.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ustaz Syarif, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiah dari KH. Imam Syafi’i. Dalam penyampaiannya, beliau mengisahkan sejarah berdirinya MA Nurul Qarnain. Beliau mengungkapkan bahwa pada awal tahun 1990-an, hanya terdapat satu Sekolah Menengah Atas di wilayah Sukowono, yakni SMA PGRI.
Melihat kebutuhan akan pendidikan menengah berbasis Islam, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain kemudian berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan Islam formal pertama di lingkungan pesantren tersebut. Maka, lahirlah MA Nurul Qarnain yang menjadi Madrasah Aliyah pertama di kecamatan Sukowono.
“Tujuan kami sejak awal bukan hanya mendidik anak-anak agar cerdas secara akademik, tapi juga membekali mereka dengan akhlak dan nilai-nilai keislaman yang kuat,” ungkap KH. Imam Syafi’i dengan penuh haru.
Beliau juga menyampaikan rasa bangga atas berbagai pencapaian yang telah diraih para alumni, yang kini berkiprah di berbagai bidang dan turut memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat. Beliau berharap pula jalinan silaturahmi yang telah terbina ini, dapat terus dijaga dan menjadi penyemangat untuk terus menaburkan manfaat, baik bagi almamater maupun masyarakat luas.

Salah satu kenangan yang sangat membekas dalam ingatan para alumni adalah Program Safari Dakwah yang menjadi ciri khas kegiatan angkatan pertama. Program ini berupa anjangsana ke masjid-masjid sekitar untuk menyampaikan dakwah, tahlil, selawat, serta diskusi keislaman secara interaktif. Kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara siswa dan masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung dalam berdakwah dan berbagi ilmu.
MA Nurul Qarnain telah menjadi tonggak awal pembangunan sistem pendidikan formal yang lebih luas di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Setelah berdirinya MA, kemudian menyusul pendirian berbagai jenjang pendidikan lainnya, seperti PAUD, TK, SD, dan seterusnya. Hal ini menjadikan MA Nurul Qarnain sebagai pilar utama dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang komprehensif dan berkualitas di kawasan tersebut.
Acara reuni ini juga menjadi ajang refleksi terhadap perjalanan panjang lembaga pendidikan yang berdiri di atas nilai-nilai Islam dan dedikasi terhadap kualitas pendidikan. Sosok KH. Imam Syafi’i sebagai tokoh sentral dalam pembangunan MA Nurul Qarnain dan pesantren menjadi figur yang sangat dihormati dan dirindukan oleh para alumni.
Pertemuan alumni pertama MA Nurul Qarnain itu diisi dengan tausiah, tahlil, dan doa bersama, lalu dilanjutkan dengan sesi ramah-tamah, makan bersama, serta foto bersama. Dalam kesempatan tersebut, para alumni menyerahkan cenderamata sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas dedikasi KH. Imam Syafi’i dalam membina mereka selama masa pendidikan.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai yang ditanamkan di MA Nurul Qarnain masih hidup dan terus tumbuh dalam diri para alumninya. Sebuah reuni yang tak sekadar temu kangen, melainkan penyambung rasa dan semangat untuk terus menjaga ukhuwah serta mengabdi demi kebaikan bersama. (*)
—————————————–
Pewarta: Akmal Marzuqin
Editor: Rozi, Wildan


