Acara dibuka dengan kirab 74 wisudawan dan disambut dengan shalawat saat tiba di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Wisudawan 74 santri tersebut terdiri dari 18 santri putra dan 48 santri putri Madrasah Takmiliyah serta 8 wisudawati dari Madrasatul Quran.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah saat memberikan tausiyah menegaskan bahwa beliau begitu memuliakan ilmu dan orang yang ahli ilmu.
“Saya sebenarnya sekarang dalam kondisi kurang sehat dan sering sakit, namun hari ini saya hadir karena saya memuliakan ilmu dan para ahli ilmu dari Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Madrasatul Quran Nurul Qarnain yang saat ini diwisuda,” ungkap beliau kepada para hadirin.
Beliau berpesan kepada santri dan santriwan yang telah diwisuda agar tetap mengamalkan ilmunya, terlebih bagi mereka yang akan melangsungkan rekomendasi untuk kembali ke masyarakat.
Dalam pesannya, beliau juga meminta para wali santri untuk mendukung harapan-harapan beliau.
“Nyantri selama 6 tahun itu sebentar, bahkan termasuk ukuran yang paling sebentar bagi para ahli ilmu. Bagi yang mau rekom, saya izinkan, namun harus jaga segala sesuatu yang telah diajarkan di pesantren. Boleh berhenti dari pesantren, tapi harus izin yang jelas dan benar,” jelas beliau.
Pada tausiyahnya, KH. Yazid Karimullah juga menyampaikan tentang setan yang berupa wujud manusia dan jin.
“Setan bisa saja berbentuk manusia dan jin, dan bisa juga berbentuk santri yang ketika di pondok suka melanggar aturan dan keburu mau berhenti. Ada juga yang dalam bentuk wali santri, yaitu ketika anaknya belum tuntas mondok, tapi malah memberikan izin atau menyuruh untuk berhenti,” pungkas beliau.

Pengasuh melanjutkan tausiyahnya agar para wisudawan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Madrasatul Quran Nurul Qarnain melanjutkan kuliah yang kampusnya berada di lingkungan pesantren.
Adapun keutamaan tersebut menurut beliau agar para santri yang kuliah di pesantren tidak sekedar diajarkan ilmu, namun juga diajarkan nilai-nilai kepesantrenan, seperti akhlak.
Haflah Nihaiyah Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Madrasatul Quran juga memberikan apresiasi kepada wisudawan dan wisudawati terbaik yang diraih oleh Ahmad Rosidi (MDT Putra), Windi Aviva (MDT Putri), dan Nayla Alyatil Fadilah (Madrasatul Quran). (*)
————————————–
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


