KBIHU Nurul Qarnain Berangkatkan 88 Jamaah, KH. Yazid Karimullah Sampaikan 4 Hal Penting

JEMBER_nurulqarnain.net. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Nurul Qarnain pada Minggu malam (19/5/2024) berangkatkan 88 jamaah. Mereka berasal dari daerah Sukowono, Kalisat dan beberapa daerah sekitar. Pemberangkatan dilangsungkan dengan penuh khidmat dan dipimpin langsung oleh KH Yazid Karimullah dan didoakan oleh seluruh santri, keluarga jamaah dan simpatisan.

Keluarga pengasuh, KH. Badrut Tamam, Lora M. Syafiqur Romzi, juga beberapa dewan guru dari Pondok Pesantren Nurul Qarnain (Moh. Nimar, Yulianto dan Evi Fitriah) berangkat pula melaksanakan haji tahun ini. Sebelumnya para jamaah tersebut telah melangsungkan manasik haji pada tiap pekan.

Sebelum memberangkatkan para jamaah, pengasuh berpesan agar para jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji kembali dalam keadaan mabrur.

“Para jamaah yang berangkat untuk ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur. Haji yang mabrur ialah kembali dari ibadah dalam keadaan suci dan bersih,” tutur KH. Yazid Karimullah.

“Karena orang yang berangkat haji memiliki keutamaan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi, yakni layaknya bayi yang baru lahir, tanpa ada sedikitpun noda dosa,” lanjut beliau.

Berikutnya, agar mendapat predikat mabrur, KH. Yazid berpesan agar para jamaah menjaga empat hal. Di antaranya menjaga niat saat berhaji. Beliau menyampaikan, banyak orang yang berangkat haji dan umrah, namun tidak dengan niat untuk beribadah, tetapi sekadar berekreasi.

Beliau melanjutkan, para jamaah saat tiba di tanah suci agar tidak sampai melakukan sesuatu yang bernilai dosa.

“Nanti saat tiba di Tanah Suci, jangan sampai berbuat dosa, seperti membunuh hewan kecil. Jaga lisan, serta berbuatlah sebaik mungkin,” pesan beliau.

KH. Yazid sempat pula mengutip kitab Taurat. Beliau kembali ceritakan malaikat yang datang menjemput Ka’bah, tetapi Ka’bah enggan dibawa ke surga.

“Tujuh ratus malaikat datang dengan membawa rantai emas untuk membawa Ka’bah ke surga, namun ia tidak mau karena ingin pula membawa para jamaah yang bertawaf dan wafat di sekitar Ka’bah.”

Terakhir, KH. Yazid berpesan agar jamaah berdoa kepada Allah Swt di Tanah Suci nanti dikhususkan untuk anak cucu yang ditinggalkan. Beliau menyampaikan hal tersebut agar anak cucu mereka menjadi keturunan yang salih. Serta tidak lupa, beliau juga meminta agar jamaah mendoakan agar Pondok Pesantren Nurul Qarnain menjadi pondok pesantren yang berkah dan mampu mencetak generasi muslim yang beriman, bertakwa, beramal salih dan berilmu. (*)

—————————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *