Sebagai Wakil Kepala Madrasah Aliyah Nurul Qarnain, Bapak Moh. Shodiq Muchtar, S.E., dalam sambutannya menyampaikan agar lulusan Madrasah Aliyah tidak perlu repot melanjutkan studi ke luar, sebab di Nurul Qarnain sudah tersedia sekolah tinggi yang bersedia menampung mahasiswa baru.
“Siswa-siswi Madrasah Aliyah tidak perlu kuliah ke luar, karena sudah diwadahi oleh Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Mari kita kembangkan, kita besarkan Nurul Qarnain ini! Kalian dibesarkan di Nurul Qarnain, maka ayo besarkan pula Nurul Qarnain!” tutur Bapak Moh. Shodiq Muchtar di hadapan hadirin.
“Saya harap semuanya paham dengan harapan kami. Jadi, tidak perlu keluar dari pondok pesantren ini, karena semuanya sudah diwadahi oleh pondok pesantren,” sambungnya.
Ia juga tegaskan dalam menghadapi tantangan zaman, hendaknya para siswa bersiap sejak dini agar tidak mudah diombang-ambingkan oleh situasi dan kondisi. Ia harap para siswa didikannya mampu menggapai cita-cita, namun tidak lupa kepada muasalnya.
“Jangan berleha-leha dan jangan santai. Raihlah cita-cita kalian setinggi langit! Namun, jangan lupa bahwa kaki kalian berada di bumi. Jadi, jangan sombong, dan jangan jadi kacang yang lupa kulitnya,” pesannya.
Usai sambutan Kepala Madrasah Aliyah Nurul Qarnain yang diwakili oleh Bapak Moh. Shodiq Muchtar tersebut, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Qarnain.
Bapak Khalilullah, S.H.I., selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Qarnain menyatakan bahwa acara tasyakuran ini bagi siswa-siswi MTs bukan tasyakuran kelulusan, melainkan tasyakuran telah selesai menjalani proses belajar selama tiga tahun.
“Bagi siswa-siswi MTs, acara ini bukan acara tasyakuran kelulusan, tetapi tasyakuran karena kalian telah selesai menjalani proses pendidikan dari kelas VII sampai kelas IX. Pengumuman resmi kelulusan masih tanggal 10 Juni 2024. Kalian perbanyak doa saja, semoga kalian lulus semua,” ujarnya.
“Ikuti saja tahapan-tahapan yang ada di kelas IX. Jika kalian ikuti semua tahapan-tahapan sejak awal dari kelas VII hingga kelas IX, termasuk juga menaati aturan-aturan pondok pesantren, insya Allah kalian lulus. Namun, jika terdapat tahapan-tahapan yang tidak kalian laksanakan, lebih-lebih aturan pesantren, maka kalian bisa saja tidak lulus,” imbuhnya.
Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain mengemukakan bahwa siswa lulusan kali ini tidak semua merupakan lulusan yang baik.
“Ada yang baik, ada juga yang tidak baik. Saya tahunya saat jamaah shalat di masjid, terdapat beberapa santri yang tidak berjamaah. Ternyata pulang dan tidak izin, karena sudah mau lulus. Itu akhlak yang tidak baik. Maka, secara tegas saya tidak akan beri mereka rekomendasi untuk berhenti dari pondok,” tutur KH. Yazid Karimullah saat beri sambutan.
Beliau berharap kepada pimpinan lembaga Madrasah Tsanawiyah Nurul Qarnain dan Madrasah Aliyah Nurul Qarnain agar berkomitmen teguh untuk tidak memberikan ijazah kepada siswa lulusan yang telah pulang terlebih dulu tanpa pemberitahuan kepada pihak pesantren.
“Biar buat pelajaran kepada mereka, karena ini bukan akhlak para pencari ilmu,” lanjut beliau.
Lebih lanjut, beliau ceritakan semasa hendak boyong dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Sebelum pamit berhenti dari pondok, beliau lebih dulu mengabdi selama 40 hari di pesantren. Dengan maksud untuk menebus kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat di pondok pesantren.

Pada kesempatan tersebut, juga dibacakan lulusan terbaik dari siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Qarnain dan siswa Madrasah Aliyah Nurul Qarnain. Adapun lulusan terbaik kelas IX Madrasah Tsanawiyah Nurul Qarnain tahun pelajaran 2023/2024 adalah Moh. Yulianto dan Afifah Wilda Zahira. Sedangkan lulusan terbaik kelas XII Madrasah Aliyah Nurul Qarnain jurusan IPA adalah Windie Aviva. Sementara Khoiruz Zakia dinyatakan sebagai lulusan terbaik kelas XII Madrasah Aliyah Nurul Qarnain jurusan IPS.
Acara Tasyakuran Kelulusan ini lalu dilanjutkan dengan lantunan shalawat Nabi fi mahallil qiyam yang disenandungkan oleh KH. Fawaid Yazid, serta ditutup dengan doa oleh KH. Yazid Karimullah. (*)
————————————–
Juru berita: Fathorrozi


