Pesan Pengasuh kepada Wali Santri di Masa Libur Pesantren: Jangan Sampai Kecolongan

JEMBER_nurulqarnain.net. Memasuki masa libur pesantren, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain; KH. Yazid Karimullah mengumpulkan seluruh wali santri di auditorium sebelum pelepasan. Pada Kamis (07/03/2024), KH. Yazid menyampaikan kepada wali santri agar menjaga putra-putrinya yang telah pulang untuk libur pesantren.

Sengaja mengumpulkan seluruh wali santri, KH. Yazid merasa perlu mewanti-wanti wali santri agar tetap menjaga amaliah yang telah dibiasakan kepada seluruh santri selama satu tahun.

Dalam pesannya, KH. Yazid mengingatkan perjuangan seorang ibu saat mengandung anak hingga memondokkan ke pesantren.

“Mengandung anak itu sangat berat, berat pula ketika melahirkan, menyusui hingga tumbuh besar, lalu dipondokan di Nurul Qarnain ini,” tutur beliau.

KH. Yazid menyampaikan, perjuangan beliau selama setahun mendidik santri akan rusak jika 45 hari di masa liburan ini, para santri dibiarkan tanpa ada pengawasan dari orangtua.

“Saya khawatir, meskipun hanya sebentar, yakni 45 hari di rumah masing-masing, para santri akan lupa terhadap amaliah dan ilmu yang telah diajarkan di pesantren selama satu tahun ini,” tambah beliau.

Selain itu, beliau juga menegaskan kepada wali santri bahwa santri putra dan santri putri tidak diperkenankan mengadakan acara pertemuan dengan alasan apapun.

“Baik dengan alasan reuni, buka bersama atau pun Pondok Ramadan yang melibatkan santri putra dan santri putri, tetap tidak boleh. Ini larangan tegas dari pesantren,” jelas beliau.

Di pengujung nasihat beliau, KH. Yazid dengan penuh pasrah menitipkan seluruh santri kepada para walinya.

“Hari ini saya titipkan santri-santri saya kepada Bapak dan Ibu sekalian, sebab kelak di hari kiamat Allah Swt akan minta pertanggungjawabannya kepada saya. Mohon dijaga, jangan sampai kecolongan,” tandas beliau.

Kemudian secara simbolis, seluruh santri yang sudah berbaris rapi di halaman asrama santri putri dilepas oleh pengasuh dengan dikawal oleh pengurus pesantren. (*)

————————————

Juru berita: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *