Pesantren Nurul Qarnain Tebar Kebahagiaan di Hari Maulid: 400 Paket Sembako untuk Santunan Yatim dan Duafa

JEMBER_nurulqarnain.net – Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Qarnain tidak hanya diwarnai dengan lantunan shalawat dan tausiah keagamaan, tetapi juga aksi nyata kepedulian.

Pada Kamis pagi (08/09/2025), Panitia Hari Besar Islam Pondok Pesantren Nurul Qarnain menggelar pembagian sembako untuk kaum duafa serta santunan bagi anak yatim sebagai wujud cinta kepada sesama umat Nabi Muhammad SAW.

Sebanyak 400 paket sembako disalurkan melalui 8 mobil yang bergerak menyisir 6 titik di sepanjang desa Baletbaru. Kegiatan ini melibatkan panitia, santri, pengurus pesantren, dan masyarakat sekitar yang bahu-membahu dalam pendistribusian bantuan agar tepat sasaran.

Menurut Sekretaris PHBI PPNQ, Ustaz Haris Kurniawan, kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan pesantren.

“Sejak dulu panitia istikamah melaksanakan pembagian sembako ini setiap Maulid Agung. Ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama, sebab Rasulullah telah mengajarkan kita untuk saling memberi, terutama pada momen penuh berkah seperti ini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa pembagian sembako ini tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga mengantarkan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin Maulid Nabi tidak hanya dirayakan di halaman pesantren, tapi dirasakan sampai ke rumah-rumah warga. Semoga paket yang sederhana ini menjadi sumber kegembiraan dan menambah keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Ibu Siti, warga setempat, menyampaikan rasa harunya usai menerima bingkisan.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada pihak pesantren dan para santri. Ini sangat membantu kami. Semoga dewan pengasuh, panitia, dan semua yang telah memberikan bantuan ini, mendapatkan rezeki yang berlipat ganda dari Allah,” tutur Ibu Siti sambil menahan haru.

Tradisi berbagi ini sekaligus bertujuan untuk menghidupkan spirit kebersamaan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Santunan anak yatim yang diserahkan langsung oleh pengurus pesantren menambah suasana penuh kasih. Gelombang syukur, tawa anak-anak, dan doa-doa yang dipanjatkan seakan menjadi bukti nyata bahwa cinta kepada nabi bukan sekadar kata, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk amal.

“Insya Allah, kami akan terus menjaga tradisi ini. Selama Maulid masih ada, dan selama cinta Rasul masih bersemi di dalam hati, berbagi akan terus menjadi bagian dari Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Nurul Qarnain,” pungkas Ustaz Haris Kurniawan. (*)

——————————-

Pewarta: Wildan Ms.

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *