
Skrining kesehatan ini memang di khususkan untuk santri baru dan merupakan bagian dari kegiatan Orientasi Pengenalan Pesantren (OP2). Sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran pada santri baru terkait kondisi kesehatan dirinya.
“Kegiatan ini merupakan kerjasama antara RSU Kaliwates dengan Pesantren Nurul Qarnain melalui Poskestren untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar pada santri, sehingga mereka dapat mengetahui jika ada gejala atau gangguan kesehatan.” Ujar apt. Liseh, selaku Ketua Poskestren Nurul Qarnain.

Tim Kesehatan RSU Kaliwates yang berjumlah 12 orang, yakni terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, petugas administrasi dan tim marketing RSU Kaliwates.
“Dari skrining ini kita berharap santri dalam kondisi yang fit untuk menuntut ilmu di pesantren, yang sakit bisa langsung diobati. Namun kita selalu berharap semoga semuanya sehat selalu ya.” Tutur dr. Beny, koordinator tim kesehatan RSU Kaliwates.

Pada hari pertama, tercatat ada 303 santri putri yang melakukan skrining kesehatan. Dan 167 santri putra pada hari ke-2. Jumlah ini sebenarnya lebih sedikit dari perkiraan, disebabkan adanya beberapa santri baru yang masih belum datang.
Selain memberikan pelayanan skrining kesehatan dasar, tim kesehatan RSU Kaliwates juga memberikan penyuluhan pada santri terkait higiene gigi dan mulut serta pentingnya menjaga kebersihan diri, baju, lingkungan kamar dan pesantren.
“Secara umum masalah kesehatan santri baru ini, kalau santri putri banyak yang matanya minus dan yang laki-laki banyak yang giginya bolong atau ada karang giginya.” Ujar dr. Beny ketika di wawancara.

Hasil skrining kesehatan yang telah dilakukan selanjutnya akan diolah datanya, yang nantinya dapat diberikan pada santri baru atau wali santrinya, sehingga dapat menjadi informasi terkait kesehatan dirinya.
Semoga program skrining kesehatan ini dapat terus terjalin untuk tahun-tahun selanjutnya.
Pewarta : Liseh
Editor : Fathorrozi


