Penyembelihan ini langsung dipimpin oleh KH. Badrut Tamam, dengan dibantu para pekerja pesantren, pengurus, serta beberapa santri abdi dhalem. Mayoritas santri baru pun juga turut mendatangi tempat penyembelihan, sehingga menyebabkan suasana riuh. KH. Yazid Karimullah selaku pengasuh juga memantau berlangsungnya penyembelihan hewan kurban.
Berbeda dengan Idul Qurban tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, turut berpartisipasi dengan berkurban sapi berjenis limosin berwarna cokelat kehitaman yang diperkirakan lebih dari 500 kilo gram beratnya. Sapi tersebut diamanahkan kepada KH. Yazid Karimullah bersamaan dengan hewan kurban lainnya, sehingga hewan kurban tahun ini berjumlah 8 ekor, dengan rincian 4 ekor sapi, serta 4 ekor kambing.
Selain dari Gubernur Jawa Timur, hewan-hewan kurban yang lain juga merupakan amanah dari beberapa simpatisan dan asatiz. KH. Yazid Karimullah juga ikut berkurban berupa kambing etawa berwarna putih yang beliau beli dari peternak kambing yang sekaligus merupakan salah satu alumni Pondok Pesantren Nurul Qarnain.
Setelah hewan kurban disembelih, akhirnya proses penjagalan dan pemotongan dilaksanakan di dapur dhalem pengasuh dengan dibantu para pekerja dan pengurus pesantren. Kemudian di-packing, lalu diserahkan kepada warga di kecamatan Sukowono, terlebih yang berada di sekitar pesantren.
“Nanti plastik-plastik kresek yang telah ditakar daging hewan kurbannya akan kami bagikan kepada masyarakat sekitar pesantren,” ungkap salah satu pekerja.
Pelaksanaan pembagian daging kurban ini dimulai sekitar jam 11.00 WIB dengan menggunakan kendaraan pick-up milik pesantren dan beberapa kendaraan lainnya. Adapun rutenya dimulai dari rumah-rumah masyarakat dekat pesantren, hingga ke jalur Sukowono. (*)
————————————
Pewarta: Wildan MS.
Editor: Fathorrozi


