Hampir di setiap minggunya ada satu dua santri yang turut ambil bagian untuk simaan halafalan Alqurannya. Bertempat di Amperan Dhalem wakil pengasuh II; LH. Imam Syafi’i, santri yang melaksanakan simaan akan ditemani oleh sejumlah santri lain sebagai pengoreksi dari hafalan yang dilantunkan yang terkadang juga ditemani oleh Ust. Munir Mufi, Ust. Ali Murtadlo, maupun Musyrif Tahfiz lainnya.
Kelipatan dari setiap simaan Alquran bervariasi, namun tetap distandarti minimal 5 juz hafalan. Sehingga santri yang telah menyelesaikan simaan akan mendapatkan sertifikat dan surat hasil simaan yang bisa ditunjukkan kepada wali santri sebagai bentuk apresiasi dari mandrasah agar santri lebih semangat dalam menghafal.
Pencapaian tersebut bukan tanpa sebab, Madrastul Quran sendiri sangat intens untuk meningkatan kualitas dari hafalan santri dan santriwati yang berkeinginan kuat untuk menghafal Alquran. Lewat majlis ada’ yang dilaksanakan setiap bada Subuh, Taqrar hafalan di jam kedua Diniyah, hingga Talaqi yang diadakan setiap bada Isya selepas pengajian umum, dan memberikan target hafalan yang harus dicapai setiap semesternya.
Di samping menekankan pada jumlah dan kualitas hafalan Alquran yang merupakan program utama, madrasah juga memberikan pembelajaran Diniyah yang dilaksanakan di tiap jam sore serta dengan menambahkan pelajaran terkhusus memperlajari dan mendalami Alquran melalui Ulumul Qur’an, dan Tafsir Quran, sehingga bukan hanya hafal namun mampu untuk memahami Alquran secara mendalam.
Terbukti, sepanjang Tahfiz Nurul Qarnain berjalan telah melahirkan 2 santri yang menyelesaikan 30 hafalan; Nailatul Aliyah dan Nuril Istiqomah di tahun ajaran lalu, serta beberapa santri yang dalan waktu dekat ini akan menyelesaikan hafalanya pula, terlebih dalam waktu singkat akan diadakan wisuda untuk santri yang telah lulus dalam simaan Alquran di atas 15 Juz sebagai bentuk syiar keberhasilan Tahfiz kepada wali santri.


