Rapat Kerja Perdana ISNUQ 2026-2031, Pengurus Diminta Bangun Organisasi yang Solid dan Bermanfaat

JEMBER | nurulqarnain.net – Pengurus Pusat Ikatan Santri Nurul Qarnain (ISNUQ) Masa Khidmat 2026-2031 menggelar Rapat Kerja (Raker) I  di Aula Lantai 2 Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Qarnain, pada Sabtu (04/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penyusunan arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan dengan dihadiri jajaran Majelis Syuri, Majelis Tanfidzi, serta Dewan Syura.

Raker dibuka dengan sambutan Ketua Umum Tanfidzi ISNUQ, Ustaz Ahmad Sanusi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa amanah memimpin organisasi bukanlah karena merasa paling mampu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh pengurus.

“Saya berdiri di hadapan panjenengan semua bukan sebagai orang yang paling mampu, paling tahu, atau paling pantas. Saya datang dengan penuh kesadaran, sehingga saya memohon bimbingan para masyayikh, para senior, dan bantuan teman-teman agar amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menurutnya, rapat kerja ini menjadi titik awal perjalanan kepengurusan ISNUQ lima tahun ke depan dalam menentukan visi, misi, serta program kerja yang akan menjadi wajah organisasi di masa mendatang.

“Organisasi yang baik bukanlah organisasi yang memiliki program paling banyak, tetapi organisasi yang mampu mewujudkan program-programnya dan memberikan manfaat bagi pesantren, alumni, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap ISNUQ ke depan semakin solid, memiliki administrasi dan dokumentasi yang tertata, menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan, serta mampu menghadirkan manfaat di bidang dakwah, sosial, maupun ekonomi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, mengingatkan bahwa kepengurusan ISNUQ merupakan kesempatan bagi para alumni untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama belajar di pondok sekaligus membuktikan jati diri sebagai santri Nurul Qarnain.

“Ini adalah bukti keikhlasan dan bukti pengabdian. Mari kita bermuhasabah terhadap perjalanan selama di pesantren. Jika kita benar-benar menghamba kepada Allah, maka Allah sendiri yang akan menjamin kehidupan kita,” dawuh beliau.

Beliau mengisahkan perjuangan panjang dalam merintis Pondok Pesantren Nurul Qarnain sejak masa awal berdiri. Berbagai keterbatasan dan tantangan pernah dihadapi. Namun seluruh tantangan tersebut dijalani dengan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

“Ketika saya memperjuangkan pesantren ini, saya hanya punya satu tekad, pesantren harus berdiri. Saya siap berjuang demi terwujudnya cita-cita itu,” tutur beliau.

KH. Yazid juga berpesan agar seluruh pengurus menjadikan empat sifat wajib bagi para utusan sebagai landasan dalam berorganisasi, yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.

“Saya titipkan kepada ISNUQ untuk selalu memegang sifat shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Dengan itulah ISNUQ akan mampu membuktikan bahwa santri Nurul Qarnain dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I., turut memberikan arahan kepada seluruh pengurus. Beliau mendukung penuh program-program yang telah dirancang, namun mengingatkan agar program yang disusun realistis dan dapat dijalankan secara istikamah.

“Jangan membuat program terlalu banyak, tetapi tidak terlaksana. Lebih baik sedikit, namun benar-benar berjalan dan memberi manfaat,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan agar ISNUQ tetap menjaga netralitas organisasi dan tidak membawa nama organisasi dalam kancah politik praktis.

“Boleh memiliki pilihan politik sebagai pribadi, tetapi jangan membawa nama ISNUQ. Banyak organisasi menjadi rapuh karena terseret kepentingan politik praktis,” tegasnya.

Rapat kerja kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing divisi yang disertai diskusi dan penyempurnaan bersama. Seluruh pengurus diberikan kesempatan menyampaikan gagasan serta menyusun program yang realistis, terukur, dan sesuai kebutuhan organisasi.

Menjelang penutupan, Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., memberikan motivasi kepada seluruh pengurus agar menjaga semangat berkhidmah secara istikamah.

Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh bagusnya program kerja, tetapi juga oleh komitmen seluruh pengurus untuk saling mendukung dan menjalankan amanah hingga akhir masa kepengurusan.

“Komitmen kita adalah menjalankan amanah ini dengan istikamah. Jangan hanya semangat di awal, kemudian berhenti di tengah jalan. Mari saling menguatkan agar setiap program benar-benar dapat diwujudkan,” pesannya.

Rapat kerja perdana tersebut menjadi langkah awal kepengurusan ISNUQ periode 2026-2031 dalam menyusun arah organisasi sekaligus memperkuat sinergi alumni untuk terus berkhidmah kepada Pondok Pesantren Nurul Qarnain, umat, dan masyarakat. (*)

——————————————–

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *