OP2 Nurul Qarnain Resmi Dibuka, Santri Baru Dibekali Niat, Adab, dan Semangat Menuntut Ilmu

JEMBER | nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain resmi membuka kegiatan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OP2) bagi santri baru tahun 2026 pada Sabtu malam Ahad (04/07/2026), bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh santri baru putra dan putri bersama panitia serta pengurus pesantren sebagai langkah awal mengenalkan kehidupan, budaya, dan nilai-nilai kepesantrenan.

Suasana auditorium dipenuhi wajah-wajah baru yang penuh semangat untuk memulai perjalanan menuntut ilmu di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Pembukaan OP2 diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Putri Yasmine Azizatun Rohimah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Mahalul Qiyam yang dipimpin oleh Ustaz Ahmad Syi’ad.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi OP2 oleh Wakil Pengasuh Bidang Kepesantrenan, KH. Fawaid Yazid, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa menjadi santri bukan sekadar tinggal di pesantren, tetapi memulai perjalanan panjang dalam mencari ilmu, membentuk akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Beliau mengawali pesannya dengan mengucapkan selamat datang kepada seluruh santri baru, sekaligus mengingatkan bahwa langkah pertama yang harus dibangun adalah meluruskan niat.

“Niat pertama mondok adalah mencari ilmu dan mencari rida Allah SWT. Ilmu yang dipelajari bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk menghilangkan kebodohan pada diri sendiri dan orang lain,” pesan beliau.

Beliau juga mengingatkan bahwa ilmu merupakan cahaya kehidupan. Tanpa ilmu, seseorang akan kesulitan menjalani kehidupan dunia maupun akhirat. Oleh karena itu, setiap santri diminta bersungguh-sungguh mengikuti seluruh proses pendidikan yang telah disiapkan pesantren.

Selain menanamkan semangat belajar, KH. Fawaid Yazid juga menekankan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik. Menurutnya, teman memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter seorang santri sehingga setiap santri harus berhati-hati dalam memilih pergaulan selama berada di pesantren.

Beliau juga mengingatkan bahwa setiap santri memiliki kewajiban untuk mengabdi sesuai amanah yang diberikan. Pengabdian menjadi bagian dari pendidikan karakter di pesantren yang bertujuan melatih tanggung jawab, keikhlasan, dan kedisiplinan.

Di akhir arahannya, beliau mengajak seluruh santri baru untuk menjadikan lima hal sebagai pegangan selama mondok, yakni rajin mengaji, tekun belajar, istikamah beribadah, semangat mengabdi, serta menaati seluruh tata tertib pesantren.

Usai pembukaan, Ketua Panitia OP2, Ustaz Muhammad Hafidz, turut memberikan sambutan. Ia mengajak seluruh santri baru untuk memanfaatkan masa orientasi sebagai kesempatan mengenal lebih dekat kehidupan pesantren sekaligus memperkuat niat dalam menuntut ilmu.

“Niat yang baik akan memudahkan perjalanan mencari ilmu, sedangkan adab yang baik akan menjadi kekuatan bagi seorang santri dalam belajar,” ujarnya.

Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Panitia OP2. Selanjutnya, para santri akan mengikuti rangkaian kegiatan orientasi yang berisi pengenalan lingkungan pesantren, tata tertib, budaya kepesantrenan, serta berbagai materi dasar sebagai bekal menjalani kehidupan sebagai santri di Pondok Pesantren Nurul Qarnain hingga Kamis (09/07/2026). (*)

—————————————–

Pewarta: Sulthon Arafat

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *