Saat membuka acara, Wakil Pengasuh Bidang Pendidikan sekaligus Ketua Dewan Pendidikan Nurul Qarnain menyampaikan bahwa Maulid Nabi kali ini begitu istimewa.
“Maulid Nabi malam hari ini begitu istimewa, karena tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal bersamaan dengan malam Senin sehingga sangat pas dengan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Jarang sekali terdapat waktu yang sangat pas seperti ini. Oleh karena itu, mari kita semua laksanakan Maulid Agung malam ini dengan khusyuk,” tutur KH. Badrut Tamam kepada hadirin.
Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang saat itu juga menyampaikan mau’idzah hasanah bertutur bahwa ada beberapa keistimewaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap orang yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ketahuilah bahwa kita berkumpul di tempat ini termasuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena tiada lain yang diharapkan kecuali cinta yang hakiki kepada Nabi Muhammad SAW,” dawuh KH. Yazid Karimullah.
Beliau juga menyampaikan bahwa hakikat dari cinta yang hakiki kepada Nabi Muhammad SAW adalah tidak sekadar merayakan Maulid Nabi dengan cara berkumpul, melainkan juga dengan beribadah kepada Allah SWT, serta melakukan apa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad, salah satunya bersedekah.

Lebih lanjut, KH. Yazid menceritakan mengenai proses kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berliau berkisah bahwa saat Siti Aminah hendak melahirkan, Allah memberikan kabar kepadanya, serta kepada langit dan bumi bahwa akan ada Nabi terakhir yang akan lahir di kota Mekah.
“Beberapa bulan sebelum Siti Aminah melahirkan Nabi Muhammad, Allah SWT mengabarkan kepadanya bahwa ia sedang mengandung nur seorang Nabi. Kemudian memanggil langit dan bumi agar mereka tahu, sehingga seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi merindukan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, pengasuh juga tak lupa menguraikan peristiwa-peristiwa luar biasa yang terjadi saat Nabi Muhammad lahir. Di antaranya, pohon-pohon yang kering menjadi berbuah, serta sihir-sihir para tukang sihir menjadi tidak mempan.
“Orang-orang kafir pun dikabari bahwa dalam waktu dekat akan ada Nabi akhir zaman yang akan segera lahir di kota Mekah ini,” lanjut beliau.
Acara lantas dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Nabi oleh KH. Fawaid Yazid bersama Jam’iyah Hadrah Al-Wishol. Tampak jamaah yang hadir begitu larut dalam lirik alunan shalawat yang dilantunkan, serta tidak sedikit dari mereka yang tersedu hingga meneteskan air mata. (*)
————————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


