Sambutan Maulid Nabi, KH Yazid Karimullah: Jangan Bosan Mencintai Nabi

JEMBER | nurulqarnain.net – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Qarnain berlangsung khidmat dan penuh nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kegiatan yang dipusatkan di halaman pesantren dengan dihadiri para santri, wali santri, tamu undangan, Muspika Kecamatan Sukowono, serta sejumlah penceramah pada Kamis malam Jumat, (27/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, setelah pembacaan Shalawat Nabi, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, menyampaikan tausiah tentang pentingnya menjaga keikhlasan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Beliau juga menceritakan perjalanan panjang dirinya dalam menjaga tradisi Maulid Nabi.

KH. Yazid menyampaikan bahwa beliau telah diberikan istikamah oleh Allah SWT selama 58 tahun untuk terus memperingati Maulid Nabi.

“Saya selaku pengasuh pondok pesantren, diberikan istikamah selama 58 tahun. Sebelumnya saya datang ke rumah tetangga membawa berkat. Saya tidak bosan merayakan Maulid Nabi,” dawuh beliau.

Menurut KH. Yazid, kehadiran para wali santri bersama putra-putrinya ke pesantren juga merupakan bentuk keikhlasan yang perlu terus dijaga.

“Niatkan dengan bulat, ikhlas karena semata-mata Allah. Kenapa harus ikhlas? Karena saya sendiri tidak menjemput, tetapi jenengan mengantar sendiri putra-putrinya ke sini. Maka, teruslah jaga keikhlasan itu,” tutur KH. Yazid.

Beliau kemudian berpesan agar para wali santri dan santri memiliki tujuan yang jelas dalam menempuh pendidikan di pesantren. Menurutnya, tujuan utama pendidikan bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, tetapi mencari ilmu dan membentuk generasi yang mampu membawa keselamatan dunia dan akhirat.

“Ikhlaskan dan tetaplah kuat! Jangan sampai bosan. Tujuannya adalah ingin mengharapkan anak yang bisa menyelamatkan dunia dan akhirat. Jangan punya tujuan untuk mencari pekerjaan,” tegas beliau.

KH. Yazid juga menceritakan perjalanan awal dirinya dalam membangun pesantren. Beliau mengaku bukan orang yang memiliki banyak modal, tetapi memilih untuk tetap teguh menyandarkan perjuangan kepada Allah SWT.

“Terus terang, saya ini termasuk orang yang tidak punya modal, tetapi saya orang yang teguh berharap hanya kepada Allah SWT,” imbuh beliau.

Dalam sambutannya, KH. Yazid juga mengingatkan agar hati tidak keliru dalam menata niat memperingati Maulid Nabi. Menurutnya, pelaksanaan Maulid pada 14 Rabiul Awal tersebut harus dilandasi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Semata-mata cinta kepada Nabi. Kalau tidak cinta, pasti akan pulang. Kalau orang sudah cinta kepada Nabi maka tidak perlu ragu. Bukan meminta kepada Nabi, tetapi Nabi sebagai wasilah,” jelas beliau.

Beliau kemudian mengenang pesan yang pernah diterima dari KHR. As’ad Syamsul Arifin. Menurut KH. Yazid, sebelum pelaksanaan Maulid, Kiai As’ad pernah berpesan kepadanya untuk menggelar Maulid dan mencintai Nabi.

KH. Yazid juga mengisahkan cerita tentang Nabi Musa dan seorang hamba yang dikenal sebagai umat yang sangat mencintai Allah. Kisah tersebut disampaikan untuk menggambarkan bagaimana cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus diwujudkan dengan kepatuhan.

“Kalau cinta kepada Rasul, seperti ini. Kalau yang dinamakan cinta itu, tidak melawan,” tegas beliau.

Beliau kemudian menyampaikan sebuah ungkapan sebuah syair menggambarkan kuatnya rasa cinta.

“Beribu-ribu bintang di langit, tidak melawan bulan yang satu. Beribu-ribu orang yang manis, tidak melawan kepunyaanku.”

“Dari mana mau ke mana, tinggi rumput sama dengan padi. Tahun mana bulan mana, kita akan berjumpa lagi,” tambah beliau sembari bersenandung.

Menurut KH. Yazid, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus dibuktikan dengan mengikuti ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika cinta kepada Nabi, maka ikuti ajarannya,” pesan beliau.

Di akhir sambutan, KH. Yazid menyampaikan agenda acara dua bulan lagi yang akan dilaksanakan oleh keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain, yakni Haul Majemuk Pondok Pesantren Nurul Qarnain. (*)

—————————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *