SD Nurul Qarnain Gelar Seminar Parenting: Setiap Anak Adalah Cerdas

JEMBER_nurulqarnain.net – SD Nurul Qarnain kembali menegaskan komitmennya dalam pendidikan berbasis potensi dan nilai dengan menggelar Seminar Parenting bertema “Setiap Anak Adalah Cerdas: Tugas Orang Tua Menemukan Potensi, Bakat, dan Minat Anak serta Menghamparkan Karpet Merah untuk Mereka”, pada Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium KH. Yazid Karimullah dan dihadiri ratusan wali murid siswa-siswi SD Nurul Qarnain.

Seminar yang didukung oleh Penerbit Erlangga tersebut dimulai sekitar pukul 08.20 WIB. Hadir sebagai narasumber utama Dr. Nasrul Syarif, M.Si, dosen Pascasarjana UIT Lirboyo, yang dikenal aktif mengkaji pendidikan keluarga, karakter, dan pengembangan potensi anak. Acara dipandu oleh Yulianto, S.Pd.I., selaku master of ceremony, sementara sesi seminar dimoderatori oleh Maysaratul Mukarromah, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala SD Nurul Qarnain H. Humaidi, S.Pd.I menegaskan bahwa sekolah dan orang tua harus berjalan seiring dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan tidak boleh terjebak pada standar tunggal kecerdasan, apalagi memberi label negatif kepada anak.

“Di sekolah ini, kami meyakini satu hal: tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak adalah mahakarya Allah dengan kecerdasan uniknya masing-masing. Tugas kita bukan menyeragamkan, tetapi menemukan dan menumbuhkan potensi itu,” tegasnya di hadapan para wali murid.

Ia menjelaskan bahwa konsep “karpet merah” bukanlah memanjakan anak, melainkan menghadirkan dukungan, ruang eksplorasi, dan penghargaan atas proses belajar anak. Anak perlu diyakinkan, diberi kesempatan mencoba dan gagal, serta diapresiasi agar tumbuh percaya diri dan berani mengejar cita-cita sesuai bakat.

“Karpet merah adalah jalan cinta, jalan dukungan, dan jalan kemudahan agar anak-anak berjalan menuju versi terbaik dirinya, bukan versi yang kita paksakan,” imbuhnya.

Sambutan juga disampaikan oleh Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., yang mengingatkan bahwa anak adalah amanah besar dari Allah SWT. Beliau menekankan bahwa keberhasilan mendidik anak tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi dari iman, akhlak, dan keutuhan hatinya.

Mengutip hadis Rasulullah SAW tentang fitrah anak, Ning Zulfa menegaskan bahwa usia sekolah dasar adalah masa menanam nilai, bukan masa menuntut hasil sempurna. Adab, kejujuran, dan tanggung jawab harus ditanamkan lebih dahulu sebelum prestasi.

Beliau juga menyoroti pentingnya keteladanan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nasihat tanpa contoh akan mudah dilupakan, sementara pendidikan dengan cinta akan membekas sepanjang hayat.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Nasrul Syarif, M.Si., mengajak para orang tua mengubah cara pandang terhadap anak. Ia menegaskan bahwa setiap anak lahir membawa cahaya fitrah dan potensi yang berbeda-beda, bukan kertas kosong yang bebas dibentuk sesuai keinginan orang dewasa.

“Tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Setiap anak membawa misi kehidupan. Tugas orang tua adalah menemukannya dan mengantarnya agar cahaya itu tidak padam,” ujarnya.

Ia menjelaskan teori Multiple Intelligences yang menunjukkan bahwa kecerdasan memiliki banyak wajah: linguistik, logika-matematika, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, visual, musikal, hingga naturalis. Anak yang aktif, kritis, pendiam, atau gemar seni, menurutnya, bukan masalah melainkan tanda potensi yang perlu diarahkan.

Di pengujung materi, Dr. Nasrul menekankan bahwa peran orang tua bukan mengontrol seluruh jalan hidup anak, tetapi menemani, menyediakan lingkungan yang tepat, mengurangi tekanan, dan memperbanyak doa. Ia menutup pemaparannya dengan ajakan reflektif agar orang tua menjadi penjaga cahaya fitrah anak, bukan justru pemadamnya. (*)

——————————–

Juru Berita: Fita Lalia & Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *