Kegiatan ini diikuti oleh 27 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Jember, dengan peserta terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta operator sekolah. Acara berlangsung di Auditorium KH Yazid Karimullah.
Kepala SMK Nurul Qarnain, Muhammad Abdul Ghofur, S.Pd., M.Ag., dalam sambutan pembuka menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMK Nurul Qarnain sebagai tuan rumah kegiatan strategis tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dan seluruh tenaga SMK yang hadir. Bagi kami, menjadi tuan rumah bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus belajar dan berbenah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, yakni Joko Swasono Adi, S.Pd., M.Si., Tedy Yudistira Nugraha, S.Pd., M.Pd., dan Cristina Enny Chrisnani, S.Pd. Kehadiran para pengawas ini memperkuat pesan bahwa penjaminan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari sinergi antara sekolah dan pemangku kebijakan.
Dalam sambutannya, perwakilan pengawas Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menegaskan bahwa kegiatan Bimtek ini merupakan bagian penting dari perencanaan sekolah dalam implementasi rapor pendidikan berbasis data.
“SPMI bukan sekadar kewajiban administratif. Ia adalah instrumen refleksi diri sekolah. Dari data rapor pendidikan, kita bisa membaca kekuatan sekaligus kekurangan layanan, lalu menyusunnya menjadi perencanaan perbaikan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Sesi utama seminar dipimpin oleh Husnul Hotimah, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan pentingnya refleksi berbasis data hasil Asesmen Nasional Berbasis (ANB). Dalam pemaparannya, ia menyoroti adanya kecenderungan penurunan nilai siswa dari tahun ke tahun di sejumlah satuan pendidikan.

“Data bukan untuk disembunyikan, tetapi untuk dibaca dengan jujur. Ketika kita melihat tren penurunan nilai, itu adalah alarm untuk melakukan refleksi bersama, baik dengan guru maupun siswa agar perubahan ke depan benar-benar berbasis kebutuhan nyata,” jelasnya.
Menurutnya, sistem penjaminan mutu pendidikan harus memastikan terjadinya peningkatan layanan secara terus-menerus di setiap satuan pendidikan. Hal ini mencakup aspek pembelajaran, manajemen sekolah, hingga pelayanan kepada peserta didik dan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan pada aplikasi SIMANTAP SMK sebagai sistem pendukung pengelolaan data dan penjaminan mutu sekolah. Dengan harapan, seluruh SMK di Kabupaten Jember mampu memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih bermutu dan berpihak kepada peserta didik. (*)
———————————
Juru Berita: Safiroh Adania
Editor: Fathorrozi


