Sebuah Refleksi: Alasan Kuliah di Bawah Naungan Pondok Pesantren

OPINI_nurulqarnain.net – Disclaimer bahwa tulisan ini sama sekali tidak bertujuan menjustifikasi kampus yang bukan di bawah naungan pondok pesantren. Tulisan ini hanyalah pamflet, namun tidak berbentuk gambar.

Kenapa memilih pesantren dalam sandaran untuk kuliah? Kalau memang tujuan prioritas kuliah guna menimba ilmu, maka kampus yang berada di bawah naungan pondok pesantren adalah paling presisi atau pas. Mari, saya coba tawarkan beberapa asumsi positif atau berpikir dengan pandangan yang lebih komprehensif.

Kalaupun andaikata paling buruknya kuliah diniatkan hanya untuk bekerja atau mencari uang, maka kuliah di pesantren masih bisa menjadi pilihan. Kuliah di pesantren, tubuh dan raga kita akan terasa aman, jauh dari reaksi-reaksi kenakalan; naudzubillah, seperti pulang larut malam, jam tidur tidak efektif, bercampurnya lawan jenis yang mengandung zina, bahkan tak jarang di pusat kota, mereka lebih memilih tinggal seatap dengan seseorang yang bahkan dilihat saja hukumnya haram.

Menjadi janji pasti ketika kuliah di pondok pesantren, otak cenderung berpikir lebih sehat, disibukkan dengan lantunan-lantunan ruhaniah, dipenuhi kegiatan positif, serta menciptakan lingkungan yang baik secara zahir dan batin.

Adalah janji pasti ketika kuliah di pondok pesantren, keamanan diri lebih terjamin, baik secara lahir dan secara emosional. Pernahkah dikabarkan seorang mahasiswa atau mahasiswi bunuh diri di lingkungan pesantren karena progam studi yang rumit atau karena problematika yang lain? Tidak ada, sebab pesantren sungguh melindungi.

Adalah janji pasti ketika kuliah di pondok pesantren, biaya yang dialokasikan lebih murah, bukan sekadar dibandingkan dengan biaya kampus ternama, tapi relatif lebih murah dengan hal-hal yang didapat selama transaksi atau tinggal di pesantren.

Bukankah alasan di atas adalah modal paling menarik dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Kelak, ketika kita sadar bahwa ternyata ilmu-ilmu akhirat harus beriringan dengan ilmu-ilmu dunia, maka pesantren adalah tempat yang paling direkomendasikan oleh siapapun. Pesantren tidak sekadar ingin timbal balik, tapi pesantren selalu mensupport timbal balik kepada siapapun yang ingin menyalurkan kebaikan.

Mari, kita sedikit analisa sebagai perbandingan, kalaupun universitas ternama di Indonesia ataupun di dunia bukan di pesantren, maka berapa jam waktu yang dihabiskan mahasiswa selama di kampus? Akan muncul statistik rentang waktu yang dihabiskan mahasiswa selama di kampus sebagai tanggung jawab akademik ialah sekitar 4-8 jam setiap harinya. Daripada itu, sisa dari jam dengan akumulasi 24 jam dalam sehari, apakah mahasiswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab kampus? Sedangkan di pesantren, pesantren akan menjaga mahasiswa sepenuhnya, sejak membuka mata di waktu fajar hingga membuka mata kembali di waktu fajar keesokannya.

Mari luangkan waktu untuk berpikir dari lubuk paling dalam, bahwa apa yang kita inginkan dan impikan untuk kuliah? Selama kampus di bawah naungan pesantren tersedia, maka kuliah di bawah naungan pondok pesantren bisa dijdikan pilihan terbaik. (*)

——————————–

Penulis: M. Akmal Marzuqin, Musyrif Madrasatul Qur’an Putra, Pondok Pesantren Nurul Qarnain

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *