Festival takbir akbar merupakan perlombaan rutin yang dilangsungkan secara istikamah setiap tahunnya. Akan tetapi sempat ditiadakan akibat terkendala oleh pandemi covid-19 selama tahun 2020 dan 2021. Menurut panitia tahun ini adalah kesempatan untuk para santri unjuk kebolehan lagi, “Karena dua tahun kemarin terkendala covid -19 dan lockdown pesantren sehingga dewan juri tidak dapat masuk ke area pesantren dan Alhamdulillah tahun 2022 sekarang ini kembali kami adakan kembali,” ungkap Ustaz Fendi Hermawan selaku Kepala Pengurus Daerah Putra.
Pergelaran malam tersebut merupakan final dari babak penyisihan yang telah dilangsungkan beberapa hari sebelumnya. Total ada tiga perwakilan putra, dan tiga perwakilan putri yang lolos untuk kembali tampil sebagai finalis calon juara.
Sebelumnya pada hari Sabtu malam, lima asrama putra bersaing memperebutkan tiga terbaik untuk lolos sebagai perwakilan daerah, demikian pula asrama putri yang mengadakan babak penyisihan pada malam Senin. Dari penyisihan ini, lolos tiga perwakilan asrama dari tiap daerah untuk tampil di babak final.
Dibuka dengan doa dan pembacaan kriteria penilaian oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Asrama Putri Blok Sayyidatina Aisyah dengan nama grup Syauqul Mujtaba. Grup tersebut menampilkan drama sebagai pembuka, bercerita tentang santri baru yang sedih karena tidak kerasan di pesantren namun tetap termotivasi oleh cita-cita membahagiakan orang tua.
Peraih juara 3; Sunan Bonang dari Asrama Putra tidak kalah saing menyampaikan hikmah drama. Lewat kekocakan dan keluesan akting pemain dalam perannya, sukses membuat seluruh penonton tertawa. Pasalnya, drama yang disajikan bertemakan santri nakal yang taubat.
Selain dalam kreasi drama, fokus penilaian juga diperoleh dari kreasi vokal takbir dan lagu-lagu tambahan. Peraih juara pertama asrama A asuhan Ustdz. Ana Puspita menyajikan tari yang dipadukan mesra dengan alunan takbir, serta disajikan rapi lewat kostum yang nyentrik namun tetap Islami.
Ditutup dengan penampilan siswa-siswa Muadalah Asrama Blok E daerah putra. Para pemain baru tampil dengan jiwa yang semangat. Meski merupakan asrama baru, tapi penampilan mereka tidak kalah saing dengan lima peserta yang sebelumnya.
Selama penampilan, terlihat para penonton khitmat menikmati setiap penampilan. Lomba tahun ini terbilang sangat tertib dan teratur dengan pengawas oleh pengurus pesantren. Hal ini memang sudah direncanakan oleh pengurus pesantren agar tidak ada lagi penonton yang melakukan perbuatan ekstrim seperti empat tahun lalu.
Berakhir pada pukul 23.00 Wib. Sebelum menutup acara, dewan juri menyampaikan kekaguman atas kreativitas santri yang sangat melejit meskipun sudah 2 tahun lomba takbir akbar diliburkan, baik dari penampilan peserta final maupun dari tertibnya penonton.
“Kreasi lebih ditingkatkan lagi di takbirnya. Salut dengan malam ini, khitmat dalam mengikuti acara,” ungkap Bapak Imam Suhartono selaku dewan juri.
Penyerahan hadiah diberikan langsung oleh dewan juri kepada tiga grup takbir terbaik; Asrama Sunan Bonang, Rabiah al Adawiyah, dan peraih juara pertama Asrama Fatimah az Zahra. Diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh dewan juri yang disambut dengan tepuk tangan serta decak kagum dari para penonton, khususnya dari santri yang seasrama.


