SILATNAS FKPM di Nurul Qarnain Ditutup, “Risalah Jember” Jadi Arah Bersama Penguatan Pesantren

JEMBER | nurulqarnain.net – Rangkaian kegiatan Silaturahim Nasional (SILATNAS) Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Salafiyah di Pondok Pesantren Nurul Qarnain resmi ditutup pada Minggu (12/04/2026). Penutupan tersebut ditandai dengan pembacaan “Risalah Jember” sebagai rumusan bersama hasil musyawarah para peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Pembacaan risalah disampaikan oleh KH. Muhammad Taufik. Beliau menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah gerak pesantren dalam menghadapi dinamika pendidikan.

“Forum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat langkah dan kontribusi pesantren dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pesantren muadalah salafiyah perlu terus mengambil peran aktif, tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu merespons perkembangan yang ada.

“Pesantren tidak boleh berada di pinggir. Kita harus hadir dan bergerak bersama, dengan tetap menjaga nilai dan jati diri,” tegasnya.

Menurutnya, “Risalah Jember” menjadi pijakan bersama dalam memperkuat sinergi antar pesantren di berbagai daerah.

“Ini adalah hasil kesepahaman bersama yang diharapkan menjadi arah dalam penguatan peran pesantren ke depan,” tambahnya.

Sebelumnya, Koordinator FKPM Salafiyah, Dr. KH. Ahmad Taufiq, M.Si., dalam rangkaian kegiatan juga menegaskan pentingnya penguatan posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional tanpa harus meninggalkan manhaj yang telah menjadi pijakan utama.

Sementara itu, dalam sambutan penutup, Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau mengaku tidak menyangka kegiatan nasional ini dapat terlaksana dengan baik di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

“Kami tidak menyangka bisa berada di titik ini. Sebagaimana dawuh pengasuh tadi malam, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Mudah-mudahan Nurul Qarnain semakin berkembang,” ujarnya.

Beliau juga berharap pesantren mampu melahirkan generasi santri yang unggul dan istimewa.

“Sebagaimana Rasulullah melahirkan generasi terbaik, semoga pesantren ini juga mampu melahirkan santri-santri yang istimewa,” imbuh beliau.

Penutupan kegiatan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH. Khoirul Anam Rissah, selaku Pembina FKPM Salafiyah. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga niat serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama forum berlangsung.

“Acara ini tidak sekadar silaturahmi namun juga waktu untuk mencari ilmu yang kita peroleh hari ini, yang harus dijaga dan diamalkan, serta diniatkan sebagai bagian dari khidmah kita di pesantren,” tuturnya.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, SILATNAS FKPM Salafiyah di Nurul Qarnain menjadi momentum penting dalam memperkuat kebersamaan serta menyatukan arah gerak pesantren muadalah di tingkat nasional. (*)

———————————

Juru Berita: Wildan Miftahussurur

Editor: Moh. Firmansyah & Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *