Jumat ba’da Isya’ (29/04/2023), KH. Yazid Karimullah beserta ahlul bait lainnya secara khusus mengundang para alumni santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain generasi pertama dan kedua, bertempat di Aula Ny. Hj. Halimah. Beliau secara khusus mengundang alumni sepuh untuk berkumpul dan bersilaturahmi.
KH. Yazid mengundang sekitar 35 santri alumni tahun 1967 hingga sebelum tahun 70-an. Pengasuh menuturkan bahwa silaturahmi ini merupakan keinginan beliau sejak lama namun baru bisa terselenggara di tahun ini.
Selain itu, KH. Yazid menuturkan tujuan diundangnya para alumni sepuh di hadapan beliau. “Saya rindu dengan kalian, kalian ini adalah santri-santri yang membabat pesantren ini di awal berdirinya.” Buka KH. Yazid menggunakan bahasa Madura.
“Sehingga saya sangat ingin kalian untuk terus menyambung batin kepada pesantren”. Beliau juga mengibaratkan alumni yang tetap menyampung dengan pesantren, sebagaiamana lampu yang terus bersinar karena dihubungkan dengan kabel.
KH. Yazid menceritakan perjuangan awal mula mendirikan hingga berkembangnya pesantren.
“Kalian adalah santri yang tahu bagaiamana pesantren ini lahir dan berkembang, awal mula pesantren hanya seluas 40 meter persegi yang dibuat masjid dan halamanya. Awal berdiri, santri hanya beberapa saja, hingga pada tahun 1972 pesantren Karang Sawu ini mulai berkembang.”
Beliau juga menyampaikan mengenai cobaan-cobaan yang terus menimpa pesantren. “Banyak cobaan yang menimpa saya, baik secara langsung maupun melalui sihir, hingga pepohonan yang ada di sebelah utara masjid kering semua”.
“Ada seseorang yang menanamkan sihir kepada saya atas perintah orang lain, tapi sampai saat ini saya tidak pernah tahu siapa yang menyuruhnya. Sebab saya tidak ingin ada hasud di dalam hati saya, karena kekerasan yang dibalas dengan kekerasan tidak akan pernah berakhir.”
KH. Yazid juga meminta agar para alumni istikamah bertawasul setiap salat 5 waktu.
“Tolong sambung tawasul, pertama, kepada Rasulullah SAW., para sahabat dan keluarga, serta para ulama. Alfatihah kedua, pada keluarga saya agar diberikan kemampuan meneruskan pesantren. Ketiga, ditujukan untuk para santri semoga ilmu yang diperoleh di pesantren menjadi barakah manfaat, wali santri diberikan kemampuan membiayai putra-putrinya yang ada di pesantren. Terakhir, untuk para alumni diberikan kelancaran dalam usaha dan terus bisa tersambung dengan pesantren.” Pesan KH. Yazid Karimullah.
KH. Fawaid Yazid turut berpesan menyampaikan harapan terbesarnya agar para santri alumni dapat berpartisipasi dan datang sambung silaturahmi melalui kegiatan ISNUQ yang melaksanakan rutinitas pembacaan Ratibul Haddat bersama dan Al-Wishol. Sebab alumni sulit berkumpul kecuali dengan adanya acara. Lalu acara silaturahim alumni sepuh ini kemudian ditutup dengan istighosah bersama.
Pewarta : Wildan
Editor : Muhliseh


