Nasihat KH. Yazid Karimullah pada Acara Halal Bihalal 1444 H

Jember – Tanggal 2 Mei 2023, Pondok Pesantren Nurul Qarnain menyelenggarakan acara Halal Bihalal dengan tema Aktualisasi Semangat Idul Fitri untuk Membangun Sinergi dan Harmoni di Lingkungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Acara ini diikuti oleh dewan pengasuh, dosen dan dewan guru, serta seluruh santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan ummul kitab yang dilanjutkan dengan tausiyah dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah.

Pada kesempatan itu, beliau menyampaikan agar seluruh santri yang telah kembali ke pesantren hendaknya menata niat, yaitu berniat menuntut ilmu dan memperbaiki ahlak.

Kiai Yazid juga mengajak agar seluruh santri bersyukur atas rahmat yang Allah Swt. berikan, sehingga berkat rahmat-Nya, santri bisa kembali ke pesantren dengan selamat dan tepat waktu.

Selain itu, beliau juga menceritakan sekelumit perjuangannya saat mendirikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

“Saya mendirikan Nurul Qarnain ini penuh dengan pengorbanan, bisa dikatakan modal saya mendirikan pesantren adalah nyawa,” tegas beliau.

Kiai Yazid menjelaskan awal mula mendirikan pesantren, beliau merasa kewalahan dan merasa tidak sanggup.

Suatu ketika beliau menghadap kepada sang guru, KHR. As’ad Syamsul Arifin (Pahlawan Nasional sekaligus pendiri dan pengasuh kedua Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo). Saat Kiai Yazid menghadap beliau, banyak hal yang didapat.

Kepada Kiai Yazid beliau menyampaikan bahwa menjadi seorang kiai memang tidak mudah, harus berani dibenci orang, berani rugi, bahkan nyawa taruhannya.

Ketika Kiai Yazid mengutarakan keluh kesahnya yang nyaris menyerah, Kiai As’ad langsung memarahi sembari bertutur, “Jadi kiai memang berat. Ini belum seberapa dibanding perjuangan Rasulullah Saw.”

Kemudian Kiai As’ad memerintahkan Kiai Yazid untuk berangkat naik haji dan mengamalkan selawat 100 kali setiap selesai salat fardu.

“Saya ingin memiliki santri yang cerdas dan santri yang terus berkembang, karena bangsa ini selalu butuh terhadap santri. Maka, kalian harus siap dan tekun belajar,” harap beliau.

Pada kesempatan itu pula, Kiai Yazid menghimbau agar santri tidak merusak fasilitas milik pesantren. Jika terdapat santri yang ditemukan merusak fasilitas pesantren, maka ia akan dikembalikan kepada orangtuanya.

“Jika sampai dua kali merusak fasilitas pesantren, maka tidak ada kata maaf. Saya tidak akan beri toleransi,” imbuh beliau.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian maklumat oleh Dewan Pendidikan Nurul Qarnaian, KH. Badrut Tamam, M.H.I. Beliau mengemukakan akan segera mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah formal maupun non formal.

Kemudian, Wakil Pengasuh Bidang Kepesantrenan, KH. Fawaid Yazid, S.Ag., menutup acara dengan doa. Sebelum acara ditutup, beliau menyarankan agar saat bersalam-salaman antara dewan pengasuh, para asatiz, dosen, pengurus dan santri, hendaknya saling mendoakan.

“Doanya adalah Bismillahirrahmanirrahim, Shallallahu ‘ala Muhammad, Barakallah,” tutur beliau. (*)

=================

Pewarta: Siti Anisa

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *