Program Simaan Al-Qur’an seperti yang dilaksanakan hari ini, Ahad (20/10/2024) dirancang sebagai sarana untuk menguji dan memperkuat hafalan para santri. Dalam setiap sesi, santri diminta membaca Al-Qur’an yang telah mereka hafalkan dengan minimal 5 juz. Setiap hafalan, disimak dan dikoreksi oleh santri tahfiz lain yang bertindak sebagai penguji hafalan. Program ini tidak hanya menuntut kemampuan menghafal, tetapi juga memupuk rasa tanggung jawab dan saling membantu antar sesama santri.
Menurut Ustaz Ali Murtadlo, Wakil Kepala Madrasatul Qur’an, Simaan Al-Qur’an merupakan bagian penting dari metode pembelajaran tahfiz yang dilaksanakan pada hari Ahad dan Jumat.
“Dengan Simaan Al-Qur’an, hafalan santri diuji secara rutin. Santri yang sudah hafal akan disimak oleh santri lainnya. Ini tidak hanya memperkuat hafalan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka,” jelas Ustaz Ali.
Madrasatul Qur’an Nurul Qarnain sangat menekankan pentingnya kelancaran hafalan para santri, bahkan lebih mengutamakan hal ini daripada fokus dengan penambahan hafalan.
“Kami lebih mengutamakan kelancaran hafalan daripada sekadar menambah jumlah hafalan. Percuma jika hafalan bertambah, tetapi hafalan sebelumnya malah hilang atau tidak lancar,” tegas Ustaz Ali.
Program Simaan Al-Qur’an ini tidak terbatas pada santri yang telah lama belajar, melainkan juga diikuti oleh santri baru yang sudah mencapai minimal 5 juz. Bahkan, banyak dari mereka yang mampu menjalani simaan meskipun belum lama belajar di Madrasatul Qur’an.
Dengan metode yang istikamah dan konsisten seperti ini, Pimpinan Madrasatul Qur’an optimis dapat mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul. Dan berharap pula, semoga dianugerahi kemampuan untuk terus melahirkan hafiz dan hafizah lebih banyak lagi, yang mampu menyelesaikan hafalan 30 juz dengan lancar dan baik. (*)
————————————-
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


