Siswi MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain Persembahkan Hari Guru yang Penuh Haru

JEMBER_nurulqarnain.net – Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain kembali diselimuti haru dan syukur pada peringatan Hari Guru yang terlaksana pada Selasa (21/11/2025). Tanpa arahan siapa pun, para siswi berdiri dengan inisiatif sendiri.

“Kami ingin memberikan sesuatu untuk guru-guru kami,” ungkap salah satu siswi, kedua matanya berbinar penuh ketulusan.

Dengan cinta yang jernih, mereka merangkai perayaan sederhana namun sarat makna, sebagai tanda terima kasih kepada para pendidik yang selama ini membimbing dengan sabar, lembut, dan penuh kasih.

Mentari pagi yang menyengat berubah teduh ketika lantunan Hymne Guru mengalun di halaman asrama putri Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Beberapa guru tampak tertegun, sementara yang lain menahan haru melihat sambutan itu.

Wajah para siswi yang berseri menyampaikan lebih dari sekadar ucapan; ada cinta, penghargaan, dan rasa yang menyatakan bahwa madrasah ini adalah rumah tempat hati dituntun untuk terus tumbuh.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Madrasah, Lora H. Achmad Nakhlid Syafi’i, S.E., M.H. Dalam kalimatnya yang tenang namun menyentuh, beliau menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menuturkan betapa besar jasa guru bagi kehidupan, dan bagaimana penghormatan kepada guru merupakan pintu bagi keberkahan ilmu.

Beliau kemudian mengutip syair Arab yang masyhur:

إِنَّ الْمُعَلِّمَ وَالطَّبِيْبَ كِلَاهُمَا # لَا يَنْصَحَانِ إِذَا هُمَا لَمْ يُكْرَمَا

فَاصْبِرْ لِدَائِكَ إِنْ جَفَوْتَ طَبِيْبَهُ # وَاقْنَعْ بِجَهْلِكَ إِنْ جَفَوْتَ الْمُعَلِّمَا

“Sesungguhnya guru dan dokter, keduanya tidak akan memberi nasihat yang baik jika keduanya tidak dihormati. Maka, bersabarlah atas penyakitmu jika kamu menyepelekan doktermu, dan terimalah kebodohanmu jika kamu menyepelekan gurumu.”

Syair itu menggema lembut seolah menjadi nasihat sepanjang umur tentang betapa mulianya memuliakan guru.

Memasuki acara kedua, tiga perwakilan dari tiap angkatan maju satu per satu menyampaikan ungkapan rasa terima kasih. Kata-kata mereka sederhana, tetapi ketulusannya begitu nyata. Suara bergetar, air mata sesekali jatuh, dan suasana kembali dipenuhi isak haru.

Kalimat indah yang mereka sampaikan menembus hati siapa pun yang mendengarnya, bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi menjaga, mendoakan, dan menuntun ketika langkah hampir goyah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Ustaz Muzakki. Ia memohon agar ilmu para guru menjadi amal jariyah yang tak putus, dan agar para siswi menjadi generasi yang menjaga ilmu mereka.

Sebagai penutup, seluruh siswi maju bergantian untuk bersalaman dengan para guru putri. Di momen ini, tangis pecah kembali, pelukan, senyum yang tak mampu menahan air mata, dan suasana penuh kehangatan terasa menyelimuti seluruh ruangan. Para siswi memberikan setangkai bunga dan hadiah sederhana kepada para dewan guru sebagai tanda terima kasih dan harapan baik untuk perjalanan mereka ke depan.

Perayaan Hari Guru kali ini mungkin sederhana, namun keindahannya justru terletak pada ketulusan. Di balik setiap bunga, setiap kata, dan setiap pelukan, tersimpan pesan: “Terima kasih, guru-guru kami. Kami tumbuh karena kalian menerangi.” (*)

——————————–

Pewarta: Akmal Marzuqin

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *