JEMBER | nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain kembali menerima kunjungan tokoh nasional. Pada Rabu (05/08/2026), Staf Kepresidenan Bidang Ekonomi Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. H. Sudjana, Ph.D., bersama rombongan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan kuliah umum mengenai pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.
Kunjungan tersebut terlaksana atas inisiasi KH. Misbahus Salam yang mengundang Prof. Sudjana untuk hadir ke lingkungan pesantren. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Pengasuh Bidang Sosial, Politik, dan Ekonomi Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Dr. KH. Imam Syafi’i, M.H.I., mahasiswa Institut KH. Yazid Karimullah (INSYAKA), serta siswa kelas XII SMK Nurul Qarnain.

Dalam paparannya, Prof. Sudjana membagikan pengalaman panjangnya di bidang ekonomi kelautan dan perikanan sekaligus memperkenalkan berbagai program strategis yang sedang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ia menjelaskan bahwa sektor kelautan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional apabila dikelola secara tepat.
“Ekonomi kelautan dan perikanan merupakan sektor ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah hilirisasi. Potensi ini harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Prof. Sudjana juga mengisahkan keterlibatannya dalam berbagai program pembangunan kelautan sejak masa kepemimpinan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ia mencontohkan keberhasilan sistem pengelolaan kelautan di Norwegia yang menjadikan nelayan sebagai aset strategis negara.
“Di Norwegia, nelayan dipandang sebagai aset jangka panjang negara. Mereka mendapatkan perhatian penuh karena menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi. Berbeda dengan kondisi di Indonesia, di mana masih banyak nelayan yang menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya berbagai kebijakan strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan, di antaranya Program Blue Economy (Ekonomi Biru) yang menjadi arah utama pembangunan sektor kelautan dan perikanan dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan dan perikanan.
Selain itu, ia juga memperkenalkan Program Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan kawasan nelayan yang terpadu.
“Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga memperhatikan teknologi, fasilitas pendukung, hingga aspek keselamatan para nelayan saat melaut,” jelas Prof. Sudjana.
Di hadapan para santri dan mahasiswa, Prof. Sudjana turut memberikan motivasi mengenai pentingnya membangun kompetensi diri dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Dalam meraih keilmuan, ada dua hal yang harus dimiliki. Pertama, ilmu yang dipelajari secara langsung. Kedua, ilmu yang harus disiasati, yaitu kemampuan membaca peluang, beradaptasi, dan mengembangkan pengetahuan sesuai kebutuhan zaman,” pesannya.
Pemaparan tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta. Antusiasme terlihat pada sesi diskusi, ketika mahasiswa dan siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar potensi ekonomi maritim, peluang karier di sektor kelautan, hingga kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya silaturahmi antara dunia pendidikan pesantren dan pemerintah. Melalui kunjungan ini, Pondok Pesantren Nurul Qarnain berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun dengan berbagai institusi, sehingga santri dan mahasiswa tidak hanya memiliki bekal keilmuan keagamaan, tetapi juga wawasan kebangsaan, pembangunan, dan pemberdayaan sumber daya alam serta sumber daya manusia untuk menjawab tantangan Indonesia di masa depan. (*)
—————————————–
Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


