Syekh Yasin Isa al-Fadani merupakan ulama terkenal di dunia internasional. Syekh Yasin ini merupakan ulama yang berasal dari Indonesia, tepatnya di daerah Padang, Sumatera Barat. Namun, Syekh Yasin dilahirkan dan dibesarkan di Mekkah, tepatnya pada 17 Juni 1915 M. atau bertepatan pada tahun 1335 H. Nama lengkapnya Syekh Abul Fadh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani al-Makki. Dari kata al-Fadani bisa diketahui bahwa nama ini dinisbatkan kepada daerah asalnya; Padang.
Syekh Yasin dilahirkan dari keluarga yang begitu kental dengan ilmu agama atau bisa dibilang banyak dari keluarganya yang menjadi ulama-ulama terkenal. Jadi tak heran jika semenjak kecil Syekh Yasin sudah giat dalam mengkaji ilmu agama, terlebih memang ayahnya seorang ulama besar yang bernama Syekh Isa al-Fadani. Setelah mengaji kepada ayah kandungnya, Syekh Yasin yang masih kecil tak puas dalam mencari ilmu, lalu ia mengaji kepada pamannya sendiri yang juga ulama terkenal, yaitu Syekh Mahmud al-Fadani.
Tak sampai di situ saja, ketika Syekh Yasin sudah mulai menginjak dewasa, ia langsung melanjutkan kajian keilmuannya dengan masuk ke Madrasah Shaulatiyah di Mekkah. Di tempat inilah Syekh Yasin terkenal dengan kecerdasaannya. Sejak inilah Syekh Yasin sudah mulai mencari guru untuk mengkaji bidang-bidang ilmu yang berkaitan dengan agama. Mulai dari ilmu nahwu, sharaf, ushul fiqh, ilmu hadis, dan lain-lain. Bahkan tercatat guru-guru Syekh Yasin berjumlah sekitar 700 guru. Dari sekian banyak guru yang dimiliki itu ada yang berasal dari Malaysia, Iran, Palestina, Yaman bahkan ada yang berasal dari Indonesia.
Guru-Guru Syekh Yasin Isa al-Fadani.
Tempat kelahiran Syekh Yasin menjadi perantara pertama yang mendatangkan keberkahan. Karena di waktu itu, Mekkah menjadi pusat keilmuan, banyak ulama-ulama yang mengaji atau bahkan mengajar di Makkah. Sebab itulah dengan mudah Syekh Yasin mendapat banyak guru. Tercatat bahwa masing-masing dalam pengkajian ilmunya memiliki guru yang memang berkompeten dalam bidangnya masing-masing.
Ia pernah mengaji kepada salah satu ulama yang dijuluki Imam Sibawaih pada masanya, yaitu Syekh Muhammad Bin Husain Al-Maliki. Syekh Yasin mengaji beberapa kitab kepada gurunya ini, salah satunya kitab Jam’ul Jawami’ dan sekaligus Syarahnya. Gurunya yang berasal dari Indonesia bernama Syekh Muhsin bin Ali al-Musawi al-Falimbani. Ia berasal dari Palembang. Banyak sekali guru-gurunya yang terkenal, seperti Sayyid Alawi Bin Abbas al-Maliki. Kepadanya Syekh Yasin mengaji kitab Al-Luma’ li Abi Ishak as-Syirazi, dan beberapa kitab nahwu.
Ketika melihat banyaknya guru yang dimiliki Syekh Yasin, maka tak perlu diragukan lagi kadar keilmuan yang dimilikinya. Hingga dalam masa hidupnya, ia banyak mengarang kitab dalam berbagai fan keilmuan, mulai dari ilmu gramatikal Arab, bahkan sampai kepada ilmu hadis dan beberapa kitab hadis. Namun, yang tak kalah penting, Syekh Yasin sangat dikenal dengan julukan “musniduddunya” di kalangan ulama dunia. Ini sebab keahlian Syekh Yasin dalam mengetahui silsilah ulama dengan secara terperinci.
Karangan Kitab Syekh Yasin
Ketika sudah banyak ilmu yang dikaji dari banyak guru, Syekh Yasin menyalurkan ilmu yang didapat melalui berbagai karangannya. Syekh Yasin sangat produktif dalam menulis berbagai kitab dari berbagai macam fan keilmuan. Mulai dari ilmu gramatikal Arab, ilmu hadis dan kitab-kitabnya yang membahas silsilah ulama atau bahkan guru-gurunya. Berikut beberapa kitab karangannya:
Ad-Durarul Mandlud syarah Sunan Abi Dawud ( 20 jilid)
Fahul ‘Alam syarah Bulughul Maram (4 jilid)
Bughiyyatul Mustaq syarah Al-Luma’ Li Abi Ishaq
Al-Fawaidul Janiyyah
Hasiyyah ‘ala Al-Asybah wa An-Nadhair li Imam as-Suyuthi
Asanid Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami
Al-Irsyadatul Sawiyyah fi Asanidil Kutubin Nahwiyyah wa As-Sharfiyyah
Nail Al-Ma’mul Hasiyyah ala’ Lubbil Ushul
Dan masih banyak lagi kitab-kitabnya. Syekh Yasin mengarang kurang lebih 100 kitab, dan beberapa kitabnya masyhur di kalangan pesantren di Nusantara, seperti kitab Bughiyyatul Mustaq syarah Al-Luma’ li Abi Ishaq dan Al-Fawaidul Janiyyah.
Syekh Yasin juga pernah mengajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Syekh Yasin mengajar ushul fiqh di Fakultas Tarbiyah. Berkat kealiman dan kecerdasannya, banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh umat Islam mulai dari mengajarkan ilmunya secara langsung dan sumbangsih keilmuan dengan kitab-kitab yang banyak sekali dikarangnya. Syekh Yasin juga punya banyak sahabat yang menjadi teman ketika menempuh perjalanan keilmuan. Teman-temannya tersebut banyak yang berasal dari Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Syekh Yasin juga sering mengijazahkan amalan atau sanad keilmuan kepada para muridnya, bahkan ini sudah menjadi kebiasaan bagi Syekh Yasin baik ketika mengajar kepada murid atau di pengajian umum.
Syekh Yasin wafat pada Jum’at pagi, 20 Juli 1990 M. atau 27 Dzulhijjah 1410 H. pada usia 75 tahun. Ia dimakamkan setelah salat Jumat di Pemakaman Ma’la. Ia meninggalkan seorang istri dan empat putra; Muhammad Nur Arafah, Fahd, Ridha, dan Nizar.
(Tulisan ini disadur dari kitab Bughiyatul Mustaq syarah Al-Luma’ li Abi Ishaq dan Al-Fawaidul Janiyyah)
Penulis: Waldatul Maghfiroh, Mahasantri Ma’had Aly Nurul Qarnain
Editor: Fathorrozi


