Tasyakuran 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama di Nurul Qarnain, Ingatkan Pesantren Sebagai Poros Generasi Ulama NU

JEMBER_nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain menjadi saksi peristiwa istimewa dalam rangka Tasyakuran 100 Tahun Masehi berdirinya Nahdlatul Ulama, yang digelar pada Ahad, (01/02/2026), bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, bersama sejumlah tokoh nasional dan struktural NU di tingkat PBNU hingga pengurus cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Dr. KH. Amin Said Husni (Sekjen PBNU), KH. Khodrie Arif (Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah), KH. Misbahus Salam (Pengurus LAZISNU), serta Gus A. Rifqi Al Mubarok (Sekjen GP Ansor). Kehadiran Ketua Umum PBNU di Nurul Qarnain menjadi momen yang disyukuri, mengingat beberapa kali agenda serupa belum dapat terwujud.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran KH. Yahya Cholil Staquf. Beliau menyampaikan dengan nada reflektif bahwa kehadiran tokoh nomor satu di NU tersebut bukan karena diundang secara formal, melainkan kehendak Allah SWT.

“Saya tidak mengundang, kalau diundang justru tidak hadir. Tapi, hari ini Allah mengizinkan beliau hadir di Nurul Qarnain,” tutur KH. Yazid Karimullah.

Kepada segenap hadirin, beliau menyampaikan pula bahwa hal serupa juga terjadi kepada Ketua Umum PBNU sebelumnya.

“KH. Ahmad Hasyim Muzadi dan KH. Said Aqil Siradj juga demikian. Saya undang secara resmi, tidak bisa hadir. Namun, keduanya sudah tiga kali hadir ke bumi Nurul Qarnain tanpa diundang. Inilah keunikan Ma’had Nurul Qarnain,” tambah beliau.

Dalam sesi taujihat dan irsyadat, KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan refleksi panjang tentang perjalanan satu abad NU. Beliau menjelaskan bahwa secara resmi, NU menetapkan hari lahir berdasarkan kalender Hijriah, sebagaimana diputuskan dalam Muktamar ke-32. Karena itu, Harlah 1 Abad NU sejatinya telah diperingati pada 16 Rajab 1444 H, bertepatan 7 Februari 2023 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, dengan kehadiran lebih dari empat juta jamaah. Namun, peringatan 100 tahun masehi tetap dipandang penting sebagai penanda sejarah yang layak disyukuri.

Ketum PBNU mengulas dinamika NU sejak berdiri sebagai jam’iyah para ulama. Pada fase awal, keanggotaan NU sangat ketat, bahkan ulama dengan kapasitas luar biasa belum tentu diterima sebagai pengurus. Namun, ketika NU memasuki fase politik pada 1955, terjadi perluasan keanggotaan yang signifikan, melibatkan tokoh-tokoh lintas profesi demi kepentingan perjuangan umat.

“Apa pun yang terjadi, NU ini didirikan sebagai jam’iyah ulama. Politikus, pengusaha, dan kiai boleh ikut, tapi NU tidak boleh kehilangan tabiatnya sebagai rumah para ulama,” tegasnya.

Gus Yahya juga mengangkat kembali khutbah KH. Hasyim Asy’ari tahun 1355 H., yang menurutnya masih sangat relevan hingga hari ini. Salah satu pesan pentingnya adalah merosotnya adab masyarakat dan pentingnya persatuan ulama sebagai benteng moral umat. Ulama, menurut Hadratussyaikh, adalah umana Allah, pewaris amanah kenabian yang tidak hanya ditopang oleh ilmu, tetapi juga kekuatan ruhani.

Dalam konteks kekinian, Ketum PBNU mempertanyakan kesiapan pesantren-pesantren NU dalam melahirkan ulama sejati di tengah perubahan zaman. Beliau mencontohkan figur-figur besar seperti KH. Ihsan Jampes dan KH. Sahal Mahfudz, yang memiliki keilmuan mendalam sekaligus kualitas spiritual yang tinggi.

“Tanpa kualitas ruhani, ilmu saja tidak cukup untuk menjadi pengayom umat. Pesantren harus menjaga dirasah ilmiyah sekaligus sunah ruhaniyah,” pesannya.

Acara ini diikuti oleh asatiz, ustazat, dewan guru, dosen, pengurus pesantren, seluruh mahasantri Ma’had Aly, dan mahasiswa Institut KH Yazid Karimullah, serta Banser dari beberapa wilayah. Di akhir acara, KH. Yazid Karimullah menyerahkan cinderamata kepada Ketua Umum PBNU sebagai simbol khidmah dan penghormatan. (*)

———————————

Juru Berita: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *