Tasyakuran Kelulusan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan Pengukuhan Santri Tahfiz Nurul Qarnain

JEMBER_nurulqarnain.net. Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain adakan Tasyakuran Kelulusan Siswa Kelas XII serta Kenaikan Kelas X dan XI pasca Ujian Kenaikan Kelas, pada hari Rabu (21/6/2023). Selain itu, pada acara tersebut juga terdapat pengukuhan kepada 37 santri hufaz Madrasatul Qur’an Nurul Qarnain.

Pada acara tersebut, turut diundang pula seluruh wali, baik wali dari siswa Madrasah Aliyah Plus Keterampilan maupun wali dari para hafiz-hafizah. Juga dihadiri oleh Wakil Pengasuh Bidang Kepesantrenan; KH. Fawaid Yazid, S.Ag., Dewan Pendidikan; KH. Badrut Tamam, M.H.I., serta seluruh kepala lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, dan KH. Khazin Mudzhar dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Suren, Ledokombo.

Berbeda dari acara yang lain, sepanjang acara dipandu oleh pembawa acara dari siswi Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dengan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Drs. KH. Imam Syafi’i, M.Pd.I., selaku Kepala Madrasah Aliyah Plus Keterampilan, dalam mengawali sambutannya beliau mengisahkan sejarah berdirinya Madrasah Aliyah Nurul Qarnain.

“Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain berdiri sejak tahun 1992, yang pada saat itu masih sedikit sekali siswanya, tapi saya terus berusaha seoptimal mungkin untuk memajukan madrasah ini,” tutur beliau.

Drs. KH. Imam Syafi’i, M.Pd.I., saat memberi sambutan kepala madrasah.

“Pada tahun ajaran pertama, siswa dan siswi kami hanya berjumlah 7 orang. Pada tahun kedua, dikenal dengan istilah Wali Songo, karena siswanya hanya berjumlah 9, dan pada tahun ketiga juga sama, yakni 9 orang,” sambung beliau.

Tidak lupa, beliau juga memaparkan tujuan disematkannya nama Plus Keterampilan pada Madrasah Aliyah Nurul Qarnain.

“Saya tambahkan nama Plus Keterampilan dengan tujuan untuk memberikan kelas dan wawasan tambahan bagi siswa dan siswi, karena pada Madrasah Aliyah Nurul Qarnain diberikan kelas dan eksrakulikuler seperti tata busana, tata boga, tata rias, hingga otomotif dan perkebunan, agar lulusan Madrasah Aliyah Nurul Qarnain memiliki skill, guna siap menjadi pengusaha dan pebisnis di masyarakat nanti setelah lulus,” papar beliau.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan 37 santri hufaz yang terdiri dari 4 hafiz dan 33 hafizah. Santri yang dikukuhkan merupakan hafiz yang telah menyelesaikan simaan al-Qur’an minimal 5 juz hingga khatam 30 juz. Santri tahfiz putra langsung dikukuhkan oleh KH. Fawaid Yazid, S.Ag., sementara santri tahfiz putri dikukuhkan oleh Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd.

Pengukuhan santri tahfiz Madrasatul Qur’an Nurul Qarnain oleh KH. Fawaid Yazid, S.Ag.

Setelah itu, siswa-siswi lulusan Madrasah Plus Keterampilan Nurul Qarnain dari jurusan IPA dan IPS dikukuhkan dengan pemberian kalung yang diwakilkan oleh Waka Kurikulum Madrasah Aliyah, Bapak Shodiq Muchtar, S.E.

Sebanyak 4 siswa berprestasi menerima cenderamata sebagai penghargaan. Mereka adalah Elsa Maulidyah Syafira sebagai lulusan terbaik, Siti Nafilatul Rohmah sebagai lulusan berprestasi, serta Siti Subaida dan Ahmad Sulton Ma’arif sebagai lulusan terfavorit. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh KH. Fawaid Yazid dan KH. Badrut Tamam.

Acara diteruskan dengan tausiyah keagamaan oleh KH. Khazin Mudzhar. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan akan pentingnya pendidikan bagi santri.

“Belajar ilmu bagi santri putra-putri di pesantren ini penting. Sebagaimana dalam hadis masyhur, ‘barang siapa yang ingin bahagia di dunia, maka dengan ilmu dan barang siapa yang ingin bahagia di akhirat, maka juga dengan ilmu.”

“Santri di pondok pesantren ini pahalanya besar. Mereka belajar ilmu sudah besar pahalanya, bahkan saat tidur pun mereka dapat pahala. Apalagi para santri yang menghafal kalamullah, yakni al-Qur’an,” imbuh beliau. (*)

———————————–

Pewarta: Wildan MS.

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *