Gelombang Kedua, Santri Baru Berduyun-duyun Berangkat ke Pesantren

Jember_nurulqarnain.net. Arus pemberangkatan santri baru ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain tahun 2023 ini terbilang lebih padat daripada tahun-tahun sebelumnya. Pemberangkatan santri baru tahun ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama, dibuka sejak tanggal 12 Juni 2023 hingga tanggal 16 Juni 2023.

Gelombang pertama ini dikhususkan kepada santri baru yang akan menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan, Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah (MDMA), dan Sekolah Menangah Kejuruan (SMK). Sedangkan gelombang kedua, dibuka dari tanggal 19 Juni 2023 hingga pengujung bulan Juni. Untuk gelombang kedua ini, disediakan bagi santri baru yang hendak belajar di Madrasah Tsanawiyah Unggulan, Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Penentuan dua gelombang pemberangkatan santri baru ini disebabkan karena perbedaan jadwal Ujian Akhir untuk tingkat SMP dan SD.

“Jadwal ini dibagi menjadi dua gelombang, karena santri baru yang mengenyam pendidikan di bangku setingkat SMP, ujiannya lebih awal daripada santri baru di tingkat Sekolah Dasar,” ungkap Ustaz Habibi selaku Kepala Pengurus Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Ia juga menambahkan bahwa gelombang kedua jauh lebih padat daripada gelombang pertama. Sebab, rata-rata santri baru, meskipun yang hendak mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah, juga berangkat pada gelombang kedua.

Sebagaimana laporan dari Panitia Pendaftaran Santri Baru (PPSB), total santri baru yang telah mendaftar tahun ini kurang lebih 500 santri. Mayoritas mereka merupakan siswa lulusan SD.

Salah satu Pengurus Daerah Putra menuturkan, sekitar 110 santri baru (putra) dan 167 santri baru (putri) telah bermukim di pesantren.

“Untuk putra, alhamdulillah, sudah 110 santri baru yang telah berangkat mondok. Jumlah ini merupakan separuh dari 220 santri putra yang mendaftar lewat online,” ujar Ustaz Ahmad Wasil selaku sekretaris.

Dr. Kiai Imam Nakhe’i, M.H.I., Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan RI, juga mengantarkan putra beliau ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Bersama keluarga, beliau mendatangi pesantren dan menyelesaikan prosedur pendaftaran untuk putra beliau yang akan mengenyam pendidikan di Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah.

Dr. Kiai Imam Nakhe’i, M.H.I., saat menyelesaikan proses pendaftaran untuk putranya.

“Suatu kehormatan bagi kami bisa dipercaya oleh tokoh sebesar Ustaz Nakhe’i,” tutur Ustaz Sayyid Abdullah selaku Ketua Pengurus Daerah Putra.

Arus padat santri baru sudah diprediksi oleh panitia, sehingga pengurus pesantren juga meminta alumni yang telah menjadi dewan asatiz untuk ikut serta mendampingi di saat proses pendaftaran. Pihak pesantren pun telah menyiapkan asrama khusus bagi santri baru yang dibedakan sesuai dengan tingkat pendidikan. Sebelumnya juga, di asrama putri telah diresmikan Asrama Darul Kutub bagi santri putri NQ Center yang konsentrasi mendalami kitab kuning.

Selain persiapan yang matang, pengurus pesantren juga meminta agar wali santri yang telah menyelesaikan administrasi pendaftaran hendaknya mengaji di maqbarah sembari mendoakan putra-putrinya yang telah diserahkan ke pesantren.

“Sebelum pulang, atas permintaan pengasuh, para wali santri kami arahkan ke maqbarah untuk mendoakan putra-putrinya yang sudah berada di pesantren,” imbuh Ustaz Sayyid Abdullah. (*)
———————————–
Pewarta: Wildan MS.
Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *