“Sesungguhnya kami telah menurunkan (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar, dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu malaikat-malaikat dan malaikat Jibril turun dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
JEMBER_nurulqarnain.net – Pada pengujung bulan Ramadan haruslah diisi dengan meningkatkan ibadah, memburu malam Lailatul Qadar. Orang yang beribadah pada malam itu lebih baik daripada seribu bulan. Malam Lailatul Qadar ini secara khusus Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad SAW sebagai anugerah dan untuk memuliakan mereka.
Sebagaimana banyak riwayat yang menjabarkan mengenai usia umat-umat terdahulu. Banyak dari mereka yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Dulu ada seorang mujahid yang mengayunkan pedangnya untuk berjihad di jalan Allah selama seribu tahun atau sekitar delapan puluh tiga tahun. Mendengar berita itu para sahabat nabi saling melihat dan berkata, “Jika salah seorang di antara kita mengangkat senjata berjihad di jalan Allah, berapa umurnya? Kapan mencapai seribu tahun?”
Kemudian Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad bahwa Allah SWT telah memberikan mereka malam Lailatul Qadar. Barang siapa beribadah pada malam tersebut, maka baginya dicatat pahala ibadah seribu bulan. Bukan seperti seribu bulan, tapi lebih baik dari seribu bulan.
Malam tersebut Allah rahasiakan kedatangannya di antara sepuluh malam terakhir pengujung Ramadan agar umat Islam lebih giat beribadah kepada-Nya. Barang siapa salat pada malam itu, maka ditulis baginya seperti salat seribu bulan. Barang siapa berzikir pada malam itu, maka ditulis baginya seperti berzikir selama seribu bulan. Begitu pula pada amalan-amalan yang lain seperti selawat, sedekah, tilawah, dan ibadah-ibadah lain.
Allah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan malaikat Jibril agar turun ke bumi untuk melakukan suatu urusan. Para malaikat dan malaikat Jibril turun pada malam itu berkeliling ke banyak tempat, hingga tidak ada rumah kaum muslimin kecuali dimasuki para malaikat di malam Lailatul Qadar, membersamai mereka, menyaksikan mereka salat, berzikir dan memunajatkan doa hingga terbit fajar.
Dikatakan bahwa malaikat yang turun di malam itu sebanyak pepohonan dan batu di muka bumi, maka beruntung orang-orang yang bersungguh-sungguh ibadah pada malam itu, dan sungguh merugi orang-orang yang menyia-nyiakan malam tersebut.
Habib Umar bin Hafidz berkata, “Barangsiapa beribadah di malam Lailatul Qadar, maka 12 tahun ia akan melampaui orang yang beribadah pada Allah selama seribu tahun dari umat Bani Israil dan umat terdahulu.”
Sebab itu, Nabi SAW bersabda, “Kita umat terakhir, tetapi terdepan di hari kiamat.”
Setelah mengetahui tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, marilah kita tingkatkan ibadah kita untuk meraih keberkahan yang melimpah pada malam tersebut. Orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar, maka akan mendapatkan ketenangan hati dan kegemaran untuk beribadah serta iman dan takwa yang bertambah. Semoga kita tergolong dari orang yang ditakdir mampu melaksanakan ibadah pada malam Lailatul Qadar, serta Allah kuatkan kita untuk senantiasa beribadah kepada-Nya ila akhiril hayah. Aamiin ya Rabbana. (*)
———————————————-
Penulis: Silfin Aisyah, Mahasiswi STIS Nurul Qarnain Semester 6.
Editor: Fathorrozi


